Mengelola Uang Bersama Pasangan

Menemukan pasangan yang kemudian menjadi partner hidup merupakan kebahagiaan tersendiri bagi siapa saja yang baru menikah. Kebahagiaan ini tentunya diharapkan tidak hanya terjadi di awal pernikahan, tetapi juga sampai ajal menjemput. Namun demikian, seiring berjalannya usia pernikahan, akan ada banyak permasalahan yang muncul dan salah satunya menyangkut cara mengelola keuangan rumah tangga. Penelitian yang dilakukan oleh The University of Alabama McNair menemukan hubungan yang positif antara kemampuan mengelola keuangan rumah tangga dan tingkat kepuasan pernikahan.

Menyatukan Keuangan

Your Money, My Money, Our Money. Beberapa pasangan memilih menyatukan keuangannya dalam satu akun dengan berbagai pertimbangannya masing-masing. Salah satunya adalah kemudahan masing-masing pasangan untuk mengakses uang. Dengan memiliki joint bank account, mereka hanya cukup mengelola satu akun saja sehingga lebih mudah mengontrol pemasukan dan pengeluaran serta lebih cepat mendapatkan deteksi dini apabila kondisi keuangan mulai tidak sehat. Joint account juga bisa menghemat biaya dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan tingkat bunga tabungan yang lebih tinggi. Cara ini memiliki tingkat keberhasilan tinggi apabila diterapkan pada pasangan yang memiliki tipe saving dan spending yang hampir sama.

Meskipun terdengar sederhana untuk diterapkan, bukan berarti cara ini tidak memiliki tantangan. Tantangan terbesar adalah apabila pasangan bukan tipe saving dan spending yang sama. Misal, suami adalah tipe penabung sejati, sedangkan istri adalah tipe shopaholic sejati. Apabila hal ini tidak dikompromikan terlebih dahulu dan dibuat aturan main secara jelas, tentu saja cara ini akan memberikan tekanan bagi kedua belah pihak. Suami akan merasa bahwa istri kurang bisa mengelola keuangan dengan baik dan di sisi lain, istri akan merasa segan untuk membelanjakan uang meskipun sumbernya adalah penghasilannya sendiri karena semua tagihan akan diketahui oleh kedua belah pihak.

Memisahkan Keuangan

Your Money is Yours and My Money is Mine. Cara ini merupakan kebalikan dari cara sebelumnya dan lebih tepat bagi pasangan dengan tipe saving-spending yang berbeda. Bagi si tipe spenderholic, cara ini dirasa lebih pas karena seluruh tagihan hanya dapat dilihat sendiri dan tentunya tidak menjadi beban bagi pasangannya.

Namun demikian, cara ini tentu saja menyulitkan pasangan dalam melakukan pembayaran yang sifatnya merupakan kebutuhan bersama dan tentu saja, masing-masing pihak tidak bisa mengecek kondisi keuangan partnernya sehingga akan sulit mendeteksi gejala keuangan yang kurang sehat.

Menyatukan Sebagian Keuangan

Cara ini merupakan kombinasi dari kedua cara sebelumnya di mana pasangan mengalokasikan sebagian penghasilannya untuk ditempatkan pada joint account dan sisanya masuk ke dalam rekening pribadi masing-masing. Uang dalam joint account digunakan untuk membayar pengeluaran yang sifatnya merupakan kebutuhan bersama, sedangkan sisanya merupakan hak masing-masing pasangan.

Alternatif lain bisa berupa pembagian tanggung jawab. Misal, uang suami digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan dasar rumah tangga, seperti tagihan listrik, belanja rumah tangga, uang sekolah anak, dan lain-lain, sedangkan uang istri digunakan untuk kebutuhan sekunder, seperti liburan, jalan-jalan, uang mainan anak-anak, dan lain-lain.

Catatan Kecil

Dari ketiga cara di atas, tidak ada cara paling benar maupun salah dalam mengelola keuangan bersama pasangan. Kunci keberhasilan terletak pada kesepakatan dan kejujuran antara Anda dan pasangan.

Sebelum menikah, diskusikan terlebih dahulu kebiasaan masing-masing dalam mengelola keuangan untuk selanjutnya diambil jalan tengah dalam mengelola keuangan rumah tangga. Ada baiknya Anda dan pasangan membuat daftar kekayaan yang berisi aset, utang, dan nilai kekayaan bersih. Tulis juga atas nama siapa aset dan utang tersebut dicatat. Sekali lagi, Anda dan pasangan harus sama-sama jujur.

Pernikahan yang sukses merupakan kerja sama antara Anda dan pasangan, tak terkecuali dalam hal mengatur keuangan. Oleh sebab itu, rencanakan keuangan rumah tangga Anda dengan baik. Live a beautiful life!

Ratih Nurmalasari
ZAP Finance