Yang Terlarang Pasca-Lebaran

Hari raya lebaran bagi umat muslim merupakan hari yang istimewa, tidak sedikit rupiah yang di keluarkan untuk menyambut hari lebaran.  Bayangkan seberapa besar perputaran uang selama bulan ramadhan, dari awal puasa sampai dengan hari lebaran. Perputaran uang tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi juga di kampung-kampung, di desa-desa, di daerah pusat mudik para penghuni kota besar. Berdasarkan data yang di keluarkan oleh Bank Indonesia, total perputaran uang di Indonesia selama bulan ramadhan adalah Rp. 115 triliun.

 

Semua orang mengeluarkan uangnya pada saat bulan ramadhan antara lain untuk biaya makan saat sahur dan berbuka puasa, biaya makan akan membengkak, meskipun biaya makan siang hilang, tetapi alokasinya di ganti menjadi biaya makan untuk berbuka puasa, apalagi di saat banyak nya undangan buka puasa bersama, biasanya makan di luar hanya 1-2 kali seminggu maka bisa jadi 3-4 kali seminggu. Pengeluaran besar berikutnya di bulan ramadhan adalah kebiasaan orang Indonesia untuk belanja pakaian, sendal, sepatu dan kebutuhan akan fashion lainnya, tidak lupa juga membeli gadget baru. Jangan lupa pengeluaran untuk membeli kue kering, sirup, masakan khas saat lebaran seperti ketupat, opor, rendang, sambal kentang ati goreng, dan masakan lain-lainnya. Belum lagi kebiasaan untuk saling kirim parcell, bingkisan bahkan sampai membuat kartu lebaran.

 

Pengeluaran lainnya yang cukup besar adalah biaya mudik, ongkos transportasi, penginapan, sampai biaya mengunjungi tempat rekreasi, beruntung bagi yang tidak mudik. Biaya yang tak bisa di hindari adalah “bagi-bagi THR” terutama untuk yang sudah bekerja dan berkeluarga, memberi kepada adik, anak-anak, keponakan bahkan sampai tetangga. Terakhir adalah pengeluaran untuk Zakat, infak atau sedekah, karena sifatnya wajib untuk zakat fitrah maka pengeluaran ini biasanya di utamakan pada saat bulan ramadhan.

 

Jadi seberapa banyak uang yang Anda keluarkan selama bulan Ramadhan sampai dengan lebaran selesai? Jutaan, belasan, puluhan atau mungkin sampai ratusan juta? Hanya Anda yang tau! Beberapa orang sudah melakukan budgeting/penganggaran untuk pengeluaran selama puasa dan lebaran, tapi lebih banyak yang mengalir apa adanya tanpa perencanaan. Pengalaman saya dalam menangani client masih saja terdapat yang tidak disiplin terhadap budget yang sudah di buat. Boom! Pengeluaran menjadi besar. Memang di saat kondisi bulan puasa dan saat lebaran selalu saja ada kejadian atau hal-hal yang tidak terduga. Salah satunya adalah tergoda dengan diskon.

 

Hampir di setiap tahun, setelah selesainya libur lebaran, disaat aktifitas harian kembali berjalan selalu saja ada yang bertanya pada saya, apa saja yang harus di perhatikan terkait keuagan setelah lebaran. Termasuk Anda, mungkin juga ingin mengetahui hal tersebut. Saya selalu menjawab simpel, check cash flow bulanan, hitung lagi jumlah uang cash yang Anda miliki, yang ada di tabungan, jangan lupa juga di lihat tagihan kartu kredit untuk pemakaian selama puasa sampai selesai libur lebaran, serta tanggungan untuk pembayaran yang akan jatuh tempo. Jika sudah Anda lakukan hal diatas, maka berikutnya yang harus Anda lakukan adalah hal-hal dibawah ini:

 

  1. JANGAN INVESTASI! Lihat kembali saldo dana darurat Anda, apakah berkurang? Digunakan selama bulan puasa dan lebaran? Apabila Anda ternyata sampai menggunakan dana darurat, maka Anda harus mengembalikan terlebih dahulu dana darurat tersebut. Idealnya Anda harus memastikan masih tersisa minimal 30% dari total dana darurat yang harus Anda miliki. Apabila kurang dari 30% maka Anda harus memprioritaskan mengembalikan dana darurat sampai dengan minimal 30% dari yang seharusnya, dengan memindahkan alokasi budget investasi. Jadi tunda investasi rutin Anda untuk mengembalikan dana daruat. Jika sudah mencapai 30% maka Anda bisa membagi 2 alokasi untuk investasi tersebut, sebagian untuk ditabung ke dana darurat dan sebagian untuk melanjutkan investasi rutin Anda.
  2. JANGAN BAYAR PREMI ASURANSI UNIT LINK ANDA! Khusus untuk Anda nasabah asuransi unit link yang sudah membayar premi lebih dari 1 tahun. Jika dana darurat Anda terpakai, maka untuk mengembalikan nya dapat menggunakan alokasi dana pembayaran premi asuransi unit link Anda. Biasanya unit link yang sudah lewat dari 1 tahun sudah bisa cuti (tidak membayar) premi. Nah kalau Anda nasabah unit link, coba sekalian di check produk yang Anda punya, apakah sudah sesuai kebutuhan Anda? Hehehe, berdasarkan pengalaman saya menangani klien, semua yang memiliki unit link ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan asuransinya.
  3. JANGAN BAYAR TAGIHAN KARTU KREDIT! Eitss… jangan bingung dulu, maksud saya jangan bayar tagihan kartu kredit Anda dengan hanya minimum payment. Bayar semua tagihan yang ada, jangan pernah berfikir untuk hanya membayar sebesar minimum nya saja. Sebisa mungkin jangan menambah hutang setelah lebaran.
  4. JANGAN JAJAN! Selama bulan puasa dan lebaran pasti Anda sudah banyak makan enak, banyak jajan di luar, makan di restoran. Sekarang saat nya hemat, kencangkan ikat pinggang. Prioritaskan uang yang ada untuk mengembalikan dana darurat atau untuk membayar tagihan kartu kredit dan hutang yang terjadi selama bulan puasa dan lebaran. Lagian saat nya Anda untuk diet ketat, menghilangkan lemak dari ketupat, opor ayam dan rendang, serta cemilan kue kering.

 

Cukup ke 4 larangan diatas saja minimal yang harus Anda patuhi, untuk memulihkan kembali kondisi keuangan Anda pasca lebaran.

 

Mada Aryanugraha, SE. RFA | @mr_mada32
CEO & Senior Advisor Ardana Consulting

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com

Tags: