Utang, Perlu Gak Sih?

utang

Merasa bingung dengan pertanyaan di judul tersebut? Sebelum menjawab, kita perlu tahu dahulu apa sebenarnya utang itu? Kalau buka di situs kbbi.web.id, kata utang ada 2 arti, pertama, uang yang dipinjam dari orang lain, yang kedua, kewajiban membayar kembali apa yg sudah diterima. Dari sini kita bisa buat kesimpulan, kalau utang adalah, uang atau kewajiban yang perlu kita bayar atau kita kembalikan ke pada orang lain atau pihak lain. Jadi utang adalah kewajiban, dan dijaman sekarang utang tidak melulu berupa uang, tapi juga bisa berupa aset, sertifikat, ekuitas, dll.

Sekarang kita masuk ke pertanyaan di atas, “utang, gak perlu?” Maka, jawabannya bisa ya dan tidak. Kadang kita sering berpikir negatif kalau punya utang artinya kita tidak sanggup atau tidak mampu membeli sesuatu, sehingga ada yang mengatakan, “kalau tidak sanggup beli kenapa harus sampai berutang? Lebih baik menunggu sampai dana tercukupi, maka baru kita beli.” Pernyataan ini benar, jika kita berbelanja yang sifatnya barang konsumtif  atau barang yang bukan kebutuhan. Bila membeli barang yang sifatnya kebutuhan, maka tidak selamanya bisa kita tunggu hingga tercukupi, misal, rumah, dengan harga yang ratusan juta, apakah kita akan tunggu sampai dana tercukupi baru kita beli rumah? Begitupula dengan kendaraan, atau jika kita mau ekspansi usaha kita, apakah kita akan menunggu hingga dana tercukupi? Maka di sinilah letak utang diperlukan.

Tapi, walaupun begitu, bukan berarti utang-utang yang untuk kebutuhan ini bisa selama menjadi “utang yang perlu.” Misal, kita beli mobil dengan cicilan 3 juta per bulan selama 3 tahun, dan kita tidak mengasuransikannya, lalu ditengah jalan tertabrak, atau suatu ketika mobil kita hilang, maka utang kita menjadi “utang yang tidak perlu”, karena hanya membayar cicilan padahal mobil sudah tidak ada. Kalaupun mobil masih ada, tapi hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bisa dikatakan menjadi “utang yang tidak perlu” karena nilai kendaraan menurun tiap tahunnya. Lain jika mobil kita digunakan untuk menunjang usaha kita, maka bisa dikatakan sebagai “utang yang perlu” atau “utang yang produktif” karena setidaknya cicilan kita bisa dibayar dengan hasil usaha.

Bahkan utang untuk usaha pun, bisa menjadi “utang yang tidak perlu atau tidak produktif” kalau usaha kita macet ditengah jalan, atau harus gulung tikar, sedangkan utang kita belum terlunasi semua, maka saat itu utang kita menjadi tidak produktif.

Berbeda dengan properti, misal rumah, meski hanya untuk kita tinggali, utang kita merupakan “utang yang perlu atau produktif”, karena nilai rumah meningkat setiap tahunnya.

Maka, sebelum kita berutang, buat perencanaan dan tujuan, untuk apa utang tersebut kita gunakan? Kemudian kelola resiko jika utang kita tiba-tiba menjadi tidak produktif.

Masih takut berutang?

Buat mereka yang punya problem dengan utang, silahkan share ke sini…

Tags: