Untung & Rugi Saham

Dalam instrumen investasi apa pun, kita tentu perlu memahami potensi keuntungan dan kerugian. Apapun investasinya, tentu ada resikonya. Sebelum mengambil keputusan kita harus memikirkan dengan baik potensi keuntungan dan kerugian. Mari kita pelajari potensi keuntungan dan kerugian dalam berinvestasi saham.

Potensi Keuntungan yang dapat diperoleh investor ada 2 yaitu:

1. Dividen
Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan yang berasal dari kegiantan usaha perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jika investor ingin memperoleh dividen maka ia harus memperhatikan 2 (dua) waktu tertentu, yaitu:

  1. Cum date atau tanggal cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.
  2. Ex date atau tanggal ex dividen merupakan hari pertama dimana pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan. Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.

Jenis dividen yang dibagikan pun biasanya ada 2 (dua) jenis:

  1. Dividen Tunai adalah dividen yang diberikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai.
  2. Dividen Saham, adalah saham yang diberikan kepada para pemegang saham dalam bentuk saham-saham yang dikeluarkan oleh perusahaan itu sendiri atau biasa dikenal dengan istilah saham bonus.

2. Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih dari kenaikan harga saham saat melakukan pembelian dan penjualan saham. Contohnya : Investor membeli saham X dengan harga per lembar saham Rp 10.000 ,kemudian menjualnya dengan harga Rp 10.700 per saham. Sehingga investor memperoleh capital gain sebesar Rp 700 untuk setiap lembar saham yang dijual.


Selain berpotensi menguntungkan, berinvestasi di saham juga memiliki potensi kerugian, antara lain:

1. Tidak Mendapatkan Dividen
Jika ternyata dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) diputuskan bahwa perusahaan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham, maka investor tidak mendapatkan dividen dari perusahaan. Namun dengan tidak dibagikannya dividen maka keuntungan perusahaan dipergunakan untuk menambah modal dan asset perusahaan.

2. Capital Loss
Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu selisih dari penurunan harga saham saat melakukan pembelian dan penjualan saham. Contohnya, saham Y yang dibeli dengan harga Rp 11.000,- per saham, kemudian harga saham Y mengalami penurunan harga sampai Rp 10.500,- per saham. Akhirnya investor menjual pada harga Rp 10.500,- saham Y sehingga investor mengalami kerugian sebesar Rp 500,- per saham.

3. Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Demikian beberapa potensi keuntungan dan kerugian yang bisa terjadi pada suatu transaksi saham. Ingat, tidak mungkin ada potensi keuntungan tanpa potensi kerugian. Sebagai investor, tanggung jawab kita adalah untuk mengedukasi diri kita sendiri mengenai berbagai potensi tersebut. Selamat berinvestasi!

User Rating: 5.0 (2 votes)
Sending