Uang di Kantong

kantong kosong

“Kamu belum pernah ngerasain sih, hanya tinggal uang di kantong”, kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang berkata seperti ini. Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami nya?

Memang, jaman sekarang apapun bisa terjadi pada diri kita, itulah sebabnya iklan asuransi begitu gencar mempromosikan perlindungan, baik terhadap diri kita, keluarga kita, atau harta benda kita.

Tapi kali ini kami bukan ingin menjelaskan tentang asuransi! Kali ini kami akan membahas, bila keadaan sulit terjadi pada diri kita, dan itu terjadi secara mendadak, entah terkena musibah, bencana atau tindak kejahatan, atau mungkin usaha kita yang tiba- tiba harus gulung tikar, dan hanya menyisakan sedikit uang di kantong.

Sebelumnya, kami selalu mengajarkan bahwa kita harus memiliki dana darurat. Namun bagaimana jika dana darurat belum mencukupi dan kita terkena musibah? Anda ibarat memencet tombol Reset pada keuangan, namun tidak mulai dari nol, tapi mulai dari minus karena sudah memiliki pengeluaran yang lebih besar dibanding saat masih lebih muda dulu. Bagaimana jika ini terjadi pada Anda?

1. Pertama-tama, pahami bahwa Anda menghadapi kondisi darurat. Segera membuat daftar skala prioritas dan potong segala kebutuhan hal yang merupakan keingingan dan hanya penuhi kebutuhan utama. Internet, TV berbayar, langganan media, misalnya, dihilangkan.

Baca juga: Keinginan vs Kebutuhan

2. Amankan cashflow. Jika sudah tidak bisa bertahan dengan dana yang ada, cari pinjaman. Produk pinjaman ada beragam jenis, dari yang paling aman namun kurang enak, yaitu EBG (Emak, Babe Gue) hingga yang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau bahkan lintah darat. Tergantung pada kondisi keuangan Anda, pilihlah opsi yang paling kecil bunganya. Dan jangan lupa bahwa uang itu adalah hutang yang wajib kita kembalikan di kemudian hari.

3. Sesudah cashflow aman, upayakan untuk membuat uang tersebut menjadi produktif. Gunakan untuk memulai usaha kecil-kecilan untuk menambah penghasilan, minimal bisa untuk menyicil hutang, jika ada.

4. Cari pekerjaan tambahan. Tidak perlu gengsi mencari pekerjaan yang sesuai kualifikasi. Bahkan jika perlu, pekerjaan yang semi formal juga tidak masalah. Yang penting bisa dengan cepat menambah penghasilan.

5. Utamakan pelunasan hutang. Hutang merupakan lubang hitam keuangan. Semakin cepat lunas, maka semakin baik. Jika punya lebih dari satu hutang, maka Anda harus memiliki strategi untuk melunasinya. Apakah memindahkan hutang ke tempat yang bunganya paling kecil, atau memprioritaskan pelunasan hutang dengan bunga paling besar.

6. Jika kondisi keuangan mulai membaik, jangan lupa untuk menabung. Secara pelan, kumpulkan kembali dana darurat. Sebisa mungkin kurangi risiko agar pengalaman yang tidak mengenakkan ini tidak terjadi kembali.

7. Jika kekayaan Anda sudah sehat dan bahkan berkembang, jangan lupa untuk selalu ringan tangan membantu mereka yang sedang dalam kesulitan keuangan :)

Kesimpulan
Bila terjadi permasalahan keuangan secara mendadak, segera buat skala prioritas, Kurangi pengeluaran dan cari cara untuk menambah pemasukan.

Apakah ada yang pernah terkena musibah keuangan mendadak? Boleh dong share pengalaman dan tips nya…

User Rating: 4.0 (4 votes)
Sending
Tags: