Tips Program 30 Hari Tunda Pengeluaran untuk Keuangan yang Lebih Baik

ngaturduit - menghilangkan kebiasaan burukmematahkan kebiasaan buruk

Setiap orang pasti menyadari betapa pentingnya pengaturan keuangan. Namun dalam prakteknya, mengatur keuangan tidaklah semudah bermain monopoli. Ada kalanya pemasukan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan sehingga menyebabkan defisit, atau bahkan meninggalkan beban utang pada periode keuangan selanjutnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan keuangan adalah dengan melakukan program penundaan pengeluaran selama 30 hari. Cara ini bisa dilakukan sebagai tindakan finansial sederhana untuk menyehatkan keuangan secara jangka pendek.

Mengapa Harus 30 Hari?
Penentuan waktu selama 30 hari atau satu bulan didasari atas siklus keuangan yang umum terjadi. Selama rentang waktu tersebut, beberapa informasi keuangan sudah bisa dihitung dan dicatat secara akurat, misalnya saja untuk pemasukan dan pengeluaran pokok atau tambahan, tabungan serta sisa pengeluaran dan utang.

Langkah-langkah Penundaan Pengeluaran yang Bisa Dilakukan dalam 30 Hari
Pencatatan dan penentuan pos-pos pengeluaran yang harus ditunda
Pencatatan adalah hal penting yang harus dilakukan dalam upaya penyehatan keuangan. Dalam hal ini, seluruh aliran kas masuk dan kas keluar harus dicatatkan secara terperinci. Termasuk pemasukan atau pengeluaran ekstra yang terjadi, atau yang akan dilakukan di bulan tersebut.

Selanjutnya, buatlah skala prioritas untuk menentukan pos-pos pengeluaran yang harus ditunda tanpa menimbulkan risiko keuangan dalam bentuk lain. Sebagai contoh, jangan menunda pembayaran utang yang dapat menimbulkan denda atau beban bunga yang lebih besar di bulan selanjutnya.

Penundaan pengeluaran
Menunda pengeluaran bukan berarti menyetop seluruh keinginan. Yang harus dilakukan adalah memodifikasi dan meminimalisasi aliran yang keluar sehingga bisa menghasilkan selisih nominal yang bermanfaat untuk keperluan lain.

Beberapa pengaturan pengeluaran fundamental yang bisa dilakukan diantaranya adalah:
Menghentikan pengggunaan kartu kredit untuk menghindari beban bunga tambahan akibat sistem angsuran atau kelalaian pembayaran.
Melakukan pengurangan pengeluaran secara proporsional pada pos-pos yang tidak krusial, terutama untuk belanja barang bukan pokok

Penundaan utang jangka pendek/panjang
Penundaan pengeluaran juga bisa dilakukan untuk pos utang, yaitu dengan cara melakukan negosiasi utang, terutama untuk yang jangka pendek.

Sebaiknya hal ini hanya dilakukan jika Anda benar-benar mengalami kesulitan keuangan. Jika masih bisa diatasi, jadikan pos pembayaran utang sebagai prioritas.

Aturan penundaan pengeluaran selama 30 hari pada dasarnya adalah melakukan pengereman agar Anda bisa mengatur pengeluaran lebih baik lagi. Misalnya saja Anda mendunda untuk membeli barang keinginan bukan barang kebutuhan. Jangka waktu 30 hari penundaan memungkinkan Anda untuk mencatat, menganalisis dan berpikir ulang apakah belanja tersebut memang dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat saja.

Penundaan ini memang dipertuntukan bagi kondisi keuangan jangka pendeng dan untuk mengatasi kesulitan keuangan dengan segera. Jika kondisi keuangan Anda memang buruk, dengan perhitungan dan pencatatan yang akurat, tindakan penyehatan keuangan ini bisa dijadikan strategi agar kondisi keuangan bisa membaik secara berkala.

Jika kelak keuangan Anda sudah stabil, Anda bisa terus memodifikasi program aturan 30 hari agar tidak terlalu ketat, tetapi sebagiknya tetap dilanjutkan untuk semakin meningkatkan kualitas keuangan Anda.