Tips Mengatur Keuangan Untuk First Jobber

20160420 - First Jobber NgaturDuit.com tips keuangan untuk first jobber

Salah satu momen paling membahagiakan dalam memasuki dunia kerja adalah mendapatkan gaji pertama. Biasanya saking gembiranya uang yang didapatkan akan langsung dihabiskan dengan alasan ‘celebration’.

Tapi yang tidak banyak diperhatikan bahwa mengatur keuangan itu merupakan sebuah habit alias berhubungan dengan kebiasaan dan kebiasaan itu harus dimulai sejak dini. Jadi ketika gaji pertama saja sudah tidak diatur pemakaiannya, bisa jadi gaji kedua dan seterusnya pun akan demikian.

Jika pengaturan keuangan tidak dilakukan sejak awal, saat waktu berlalu maka biasanya kita akan terlena dan akhirnya tidak melakukan pengaturan keuangan dalam waktu lama, saat ingin melakukan pengaturan keuangan waktunya sudah agak terlambat.

Bagi para first time jobber, berikut tips sederhana tapi esensial untuk mengatur keuangan atas gaji pertama Anda:

Pisahkan operasional dan tabungan.
Satu hal penting saat menerima gaji pertama adalah memisahkan mana biaya operasional dan mana tabungan. Tentu saja bekerja membutuhkan modal, minimal untuk transportasi atau biaya membeli pakaian kerja. Namun jangan sampai semua dihabiskan untuk membeli barang pendukung kerja. Sisihkan sebagian gaji yang dipakai untuk tabungan sejak awal.

Tentukan persentase tabungan.
Pengaturan rasio persentase tabungan biasanya ada patokannya, ada yang mengatakan 30% ada juga yang bilang 10% cukup. Untuk masa awal mengatur keuangan dengan gaji pertama Anda bisa melakukannya agak longgar, namanya juga belajar. Jadi jika 30% tampak terlalu berat, mulailah dengan 10% terlebih dahulu sambil mendata pengeluaran penting apa yang biasanya terjadi di bulan berjalan, lalu coba tingkatkan persentase tabungannya.

Baca: Dana Darurat

Setelah mengetahui dan memiliki data pengeluaran penting apa tiap bulan, di bulan-bulan berikutnya Anda bisa mulai menyesuaikan angka persentase tabungan yang lebih sesuai.

Jangan buat ATM untuk rekening tabungan
Jika Anda tipe orang yang mengatur keuangan harus dengan peraturan yang agak ketat karena susah untuk mengatur diri sendiri, metode yang satu ini bisa Anda pakai untuk mengatur keuangan Anda.

Buat dua rekening bank yang berbeda, satu sebagai rekening operasional dan satu lagi sebagai rekening tabungan. Jangan buatkan ATM atau internet banking untuk rekening tabungan. Biarkan dana tersebut tersimpan tanpa diganggu. Ketika ada kebutuhan pengeluaran maka gunakan ATM atau dana di rekening operasional.

Baca: Perlukah Kartu Kredit?

Fokus dan belajar menahan diri
Dalam mengatur keuangan secara pribadi, kunci utama yang harus dipegang adalah diri sendiri. Kesuksesan pengaturan keuangan akan bergantung dari cara Anda menahan diri untuk tidak membeli barang yang bukan barang utama atau pokok serta fokus Anda dalam merencanakan untuk memiliki dana dikemudian hari.

Baca: Keinginan vs Kebutuhan

Proses belajar ini bisa jadi tidak mudah untuk sebagian orang, tetapi mengatur keuangan harus dimulai sedini mungkin. Tidak ada kata terlambat, yang penting Anda mau untuk mulai mengatur keuangan.

Jadikan habit atau kebiasaan
Kunci lain yang bisa membawa Anda dalam keberhasilan untuk mengatur keuangan adalah menjadikannya kebiasaan. Ketika Anda sudah terbiasa untuk menunda atau menahan diri untuk tidak membeli barang yang tidak terlalu diperlukan maka Anda tidak lagi akan merasa ‘tersiksa’ karena tidak membeli barang tersebut.

Demikian juga ketika Anda telah terbiasa untuk menyisihkan uang untuk menabung, maka ketika gaji yang diterima langsung dipotong dan dipisahkan untuk rekening tabungan, Anda tidak akan merasa terbebani. Sedikit demi sedikit, ketika sudah menjadi kebiasaan malah bisa jadi Anda akan merasa kurang ‘sreg’ jika tidak menabung.