Tipe-Tipe Konsumen, Kamu yang Mana?

food shopping

Ketika pergi ke pusat perbelanjaan, dan melihat barang-barang dengan harga miring, apa yang akan Anda lakukan? Atau, jika melihat barang dengan kemasan yang menarik, lucu, unik, dan lain-lain apa yang akan Anda lakukan?

Pedagang, perusahaan, ahli pemasaran, dan sebagainya sengaja membuat produk yang mereka hasilkan atau mereka jual akan dimasukan dalam kemasan yang semenarik mungkin, dengan harga yang se-kompetitif mungkin agar semakin banyak produk yang terjual sehingga keuntungan perusahaan akan meningkat, dan nilai saham mereka pun naik, agar memberikan keuntungan pada para pemegang saham.

Di artikel kali ini, kami tidak akan mempermasalahkan apakah yang dilakukan para pengusaha atau pedagang itu benar atau salah, kami juga tidak akan men-jugde Anda sebagai konsumen yang senang berbelanja barang murah atau barang dengan kemasan yang menarik.

Tapi, melalui artikel ini, kami akan menjelaskan sedikit tentang perilaku konsumen pada umumnya. Setelah membaca, diharapkan kita bisa mengukur, ada di perilaku mana kita sekarang, dan apa saja keuntungan dan kerugian perilaku ini, sehingga mungkin pada saat-saat tertentu bisa kita tiru.

  1. Belanja karena diskon

Perilaku konsumen yang pertama akan kita bahas adalah mereka yang senang berbelanja karena diskon.

Penjual sering memberi kita diskon pada saat-saat tertentu, baik itu saat ulang tahun Jakarta, hari kemerdekaan, akhir tahun, lebaran, dan lain-lain. Dan juga diskon yang diberikan sering kali besar-besaran, juga diskon ini ada yang memang berupa potongan dan ada juga sekedar penarik perhatian.

Diskon yang berupa potongan, umumnya diberikan secara besar-besaran karena biasanya produk-produk yang dijual mungkin sudah lewat modelnya, atau masih banyak di gudang, sehingga dari pada menumpuk dan membuat biaya penjual semakin tinggi, maka dibuatlah diskon agar barang terjual habis. Sedangkan, diskon yang berupa penarik perhatian, biasanya diberikan tidak terlalu besar, atau bisa dikatakan sebagai harga perkenalan, yang umumnya diberikan untuk barang-barang terkini tapi bukan yang “baru datang.”

Ada juga diskon yang diberikan oleh penjual yang nakal, dimana harga barangnya seringkali dinaikkan dulu baru diberi potongan, sehingga terlihat murah. Apapun itu, konsumen yang biasa membeli karena diskon, umumnya teliti, mengetahui tempat yang jual barang diskon, dan cenderung tidak mau rugi. Tapi, sayangnya, mereka yang suka beli karena diskon, menjadi cenderung boros, karena mereka sering berbelanja diluar rencana atau diluar budget.

  1. Belanja karena kemasan

Perilaku kedua, yaitu berbelanja karena kemasan. Bila ada kemasan yang menarik, unik, lucu, atau dengan kata-kata yang menarik perhatian, mereka langsung ambil, dan sering mengkoleksi produknya karena kemasan.

Penjual, selain menggunakan diskon, sering menggunakan kemasan yang menarik perhatian. Kalau konsumen bisa “melirik” saja pada kemasan tersebut, produk itu sudah “terjual”, tinggal apakah konsumen akan langsung mengambil saat itu juga atau tidak, ini banyak bergantung pada keadaan saat itu. Keadaan di sini bisa termasuk keuangan konsumen. Mereka yang beli karena kemasan, biasanya punya selera seni yang cukup bagus, punya jiwa kolektor, dan biasanya kondisi keuangannya juga cukup baik, karena tidak menutup kemungkinan, kemasannya lebih mahal ketimbang isinya.

Hanya saja, mereka yang biasa beli karena kemasan, cenderung belanja diluar budget juga, misal, sabun mandi cair dengan kemasan yang unik dan kata-kata yang menarik perhatian (provokatif) sering dibeli untuk dikoleksi semata bukan karena isinya.

  1. Belanja karena fungsi

Perilaku konsumen yang terakhir, adalah mereka yang membeli barang karena fungsi. Artinya, jika barang yang dijual memberikan fungsi yang diperlukan oleh konsumen, maka konsumen akan beli, dan biasanya konsumen tidak akan peduli apakah harganya mahal atau tidak, asal barang itu memberikan nilai tambah baginya, maka akan dibeli.

Penjual-penjual produk tertentu, biasanya akan menonjolkan fungsi produk mereka sebagai kelebihan dari produk lain, misal, sabun mandi pada dasarnya memiliki bahan yang sama, dan wangi yang biasanya itu-itu saja, tapi ada sabun mandi yang menonjolkan fungsi sebagai sabun keluarga, sebagai sabun khusus wanita, sabun khusus pria, sabun khusus anak-anak, sabun dengan pelembut, dll. Konsumen yang mementingkan fungsi ketimbang harga atau bentuk, biasanya cukup paham dengan produk yang akan mereka beli, dan cukup punya kondisi keuangan yang baik, karena produk yang menojolkan fungsi seringkali secara harga lebih tinggi  ketimbang produk umum.

Sayangnya, mereka yang mementingkan fungsi kadangkala kurang menikmati berbelanja, karena, kalau barang-barang yang ditemukan kurang memberikan fungsi yang diinginkan atau tidak ada fungsinya sama sekali bagi mereka, akhirnya mereka tidak berbelanja, walau ini bisa jadi lebih hemat, kadang kalau kita pergi dengan orang seperti ini, biasanya tidak bisa jadi teman berbelanja.

Sebenarnya, ada perilaku yang lain, yaitu berbelanja karena butuh, kalau butuh baru pergi ke pusat perbelanjaan, kalau tidak, maka perginya ke pasar, hehehe… :)

Dari semua ini, perilaku konsumen mana Anda? Silahkan share ke sini…