Tiga cara Membeli Rumah Untuk Pasangan Muda

Membeli rumah untuk pasangan muda - Ngaturduit.com

Rumah masih menjadi investasi yang cukup menjanjikan untuk semua kalangan, termasuk bagi pengantin muda yang mendambakan sebuah tempat tinggal impian.

Namun harga yang terus meningkat setiap tahunnya, membuat tak semua pasangan muda dapat segera memilikinya. Jika Anda termasuk pasangan muda yang ingin memiliki rumah impian, di bawah ini ada beberapa cara yang bisa Anda perhatikan untuk membeli rumah impian.

 

1.    Tunai Bertahap (Credit in House)

images

Metode tunai bertahap merupakan cara pembayaran yang dilakukan oleh pembeli rumah dengan cara mencicil kepada pengembang atau perorangan.

Meskipun mencicil, tetapi metode tunai bertahap berbeda dengan kredit KPR, karena tunai bertahap tidak memiliki suku bunga kredit, biaya asuransi, dan biaya pajak. Yang patut diperhatikan, Anda harus memiliki dana yang cukup besar setiap bulannya untuk membayar cicilan dengan jangka waktu yang telah disepakati dengan pengembang atau perorangan.

Umumnya jangka waktu pembayaran mulai dari 18 bulan hingga 3 tahun. Biaya cicilan perbulan, bergantung dengan jumlah uang muka yang dibayarkan. Hal lain yang perlu diperhatikan saat Anda memilih cara tunai bertahap untuk membeli rumah impian, adalah perjanjian tertulis. Sekecil apapun transaksi yang dilakukan antara Anda dengan pengembang atau perorangan, pastikan Anda memiliki tanda terima yang jelas dan sah.

Pasangan muda yang bisa memilih cara ini adalah yang telah memiliki tabungan dana yang cukup besar untuk membayar jumlah cicilah perbulan yang telah disepakati. Bisa juga mereka yang memiliki penghasilan gabungan cukup besar, namun tetap harus diperhatikan pengaturan keuangannya agar pos dana tidak saling berebutan.

 

2. Kredit KPR

Mau-Renovasi-Rumah-Pilih-KPR-atau-KTA

Jika Anda belum memiliki cukup dana untuk membeli rumah secara tunai, Anda dapat memilih cara lain yaitu dengan kredit KPR.

Kredit KPR, menjadi favorit untuk membeli rumah pertama karena tenor pinjamannya yang cukup fleksibel, bahkan hingga 20 tahun. Apalagi ada beberapa jenis KPR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.

Besaran kredit dan suku bunga ditentukan oleh pihak Bank yang bersangkutan. Semakin lama tenor pinjaman, semakin besar juga bunganya. Oleh karena itu, banyak orang yang memilih bunga flat, agar tidak terpengaruh perkembangan pasar.

Untuk memilih rumah idaman, Anda dapat melakukannya dengan dua cara yakni mendatangi Bank untuk melihat rumah KPR yang sudah disediakan atau mencari rumah sendiri. Setelah Anda memiliha, Anda bisa membayar uang tanda jadi kepada developer, agar rumah yang Anda pilih tidak dialihkan ke orang lain.

Beberapa developer menerapkan cara yang berbeda dalam proses pembelian rumah, ada yang memisahkan uang tanda jadi dan uang muka KPR namun ada juga yang menjadikan uang tanda jadi rumah dalam bagian uang muka KPR. Oleh karena itu, Anda harus cermat dalam memilih developer.

Pasangan muda yang cocok untuk memilih cara ini adalah mereka yang memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, jadi bisa terukur pos dana untuk membayar cicilan KPR. Pengusaha muda juga bisa memilih cara ini dengan catatan pemasukan dari usahanya bisa diperhitungkan secara baik, dan jika usahanya kurang lancar saat bulan teretentu ada dana talangan yang bisa digunakan.

 

3. Tunai Keras (Cash)

images

Jika Anda sudah memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah, memiliki dana darurat dan keuangan Anda sehat, sebaiknya Anda membeli rumah dengan cara tunai atau cash.

Membeli rumah dengan cara tunai memiliki kelebihan dibandingkan Anda menggunakan kredit KPR. Umumnya para developer, akan mendahulukan pembeli yang memilih cara tunai dan memberikan berbagai keuntungan lainnya. Tak hanya itu, Anda tidak akan direpotkan oleh biaya-biaya administrasi, proses kepemilikan rumah yang memakan waktu lama, dan risiko terkena bunga yang meningkat setiap tahunnya. Hanya saja, Anda tetap harus berhati-hati dengan kondisi keuangan Anda dan harus cermat mengihitung seberaapa dana yang akan hilang untuk membeli rumah dan apakah dana ini akan dibutuhkan dikemudian hari atau tidak.

Pasangan muda yang telah memiliki dana berliebih cukup besar bisa memilih cara pembelian cash seperti ini, meski umumnya pasangan muda tidak akan memilih cara ini. Salah satu alasannya adalah memulai rumah tangga berarti memasuki dunia bari yang terkadang belum bisa diprediksikan, kebutuhan-kebutuhan yang sebelumnya tidak ada akan muncul dan perlu dana. Apalagi bagi pasangan muda yang berencana untuk memiliki momongan.

Meski demikian, bukan berarti cara ini tidak bisa dipilih. Jika memang keuangan telah benar-benar mencukupi justru cara ini akan menghilangkan biaya-biaya tagihan rutin yang posnya bisa digunakan untuk keperluan lain.

Dari ketiga cara di atas, dapat disimpulkan jika Anda memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah dan tidak ada kebutuhan lainnya Anda dapat membeli rumah dengan cara tunai atau tunai bertahap. Namun, jika Anda hanya memiliki penghasilan bulanan kurang dari Rp10.000.000,- dan baru memiliki uang muka untuk rumah yang tidak cukup banyak, Anda dapat memilih kredit KPR.

Catatan yang harus diperhatikan adalah pengaturan keuangan, carana apapun yang dipilih pasangan muda harus secera cermat den teliti untuk mendata kondisi keuangan, baik yang sekarang telah ada atau yang akan didapatkan di masa depan. Perencanaan yang baik serta disiplin dalam menjalankannya adalah salah satu kunci dasar untuk menuju kehidupan berkeluarga yang sehat secara finansial.