Sukses dalam Usaha Patungan – Seri II

usaha patungan

Di artikel Sukses dalam Usaha Patungan – Seri I, kita sudah membahas tiga poin pertama untuk bisa berhasil atau setidaknya bisa bertahan dalam suatu usaha patungan.

Dalam artikel seri II ini, kita akan lanjutkan pembahasan kita pada tiga poin berikutnya, yaitu, Cooperation (kerjasama), Open minded (pikiran terbuka), Sacrificing (Pengorbanan/mengalah).

  1. Cooperation (Kerjasama)

Yang namanya dua atau tiga orang yang berbeda, pasti memiliki dua atau tiga jenis kepribadian, itu juga berarti punya dua atau tiga jenis latar belakang, termasuk dua atau tiga jenis problem. Maka, tantangannya adalah, bagaimana bisa bekerjasama agar usaha yang dijalankan berjalan mulus.

Kita tentu masih ingat tiga poin pertama kita, “tidak memaksakan kehendak”, “tidak mudah menyerah pada patner”, dan “win-win solution.” Ketiga poin ini kalau sudah biasa kita jalankan dalam usaha kita, akan lebih mempermudah melakukan kerjasama, dibanding jika sejak awal usaha, kita sebagai pemilik jarang melakukan atau malah tidak sama sekali melakukan tiga poin pertama tadi.

Pada dasarnya, kunci agar tiga poin pertama dapat berjalan dengan baik adalah komunikasi yang baik antar pemilik usaha. Dan komunikasi ini menjadi kunci penting juga pada poin pertama dari tiga poin berikutnya, yaitu kerjasama.

Selain komunikasi, agar kerjasama bisa berhasil, perlu ditetapkan sejak awal apa visi-misi usaha kita? Karena ini menjadi arah dan kendali kita dalam menjalankan usaha patungan.

Seperti yang disinggung di awal, karena berlatar belakang yang berbeda-beda antar pemilik perusahaan maka berbeda-beda problem yang bisa dihasilkan dan berbeda-beda pula cara pemecahannya. Tinggal kita sebagai para pemilik usaha, mau lebih mengedepankan perbedaan atau persamaan dalam kerjasama kita?

  1. Open minded (Pikiran terbuka)

Guna menjaga kekompakan dalam usaha bersama, penting komunikasi yang baik. Agar komunikasi dapat berjalan dengan baik, masing-masing pemilik perlu memiliki pikiran yang terbuka, artinya, mudah menerima saran, usul atau ide-ide segar dari rekan dan dari lingkungan sekitar.

Tapi, open minded bukan berarti menerima begitu saja semua saran atau usul yang kita dapat. Karena, kalau itu yang terjadi, maka kita akan kesulitan membuat keputusan yang bijak, akan membuat usaha kita malah stagnan.

Dan, sebagai rekan usaha, kita juga hendaknya tidak sembarangan memberi usul atau saran. Upayakan tetap pada koridor visi-misi usaha kita. Sehingga usaha kita kalau diibaratkan kapal, dapat berjalan lurus dan cepat.

  1. Sacrificing (Pengorbanan/mengalah)

Kembali, istilah ini mungkin terdengar sudah ketinggalan jaman. Mungkin ada yang malah mengatakan, “untuk apa mengalah, kalau bisa menang?”

Ya, mengalah memang tidak mudah, apalagi kalau saran atau usul kita jarang didengar atau malah tidak pernah didengar. Perlu diingat, usaha patungan adalah usaha bersama, maka sebenarnya keputusan yang diambil hendaknya keputusan bersama.

Itulah sebabnya, waktu memulai usaha bersama, jangan terlalu banyak rekan bisnis kita, agar tidak menjadi  kelompok debat, tapi bisa jadi semacam keluarga kecil yang harmonis.

Dan, kalau ada saran atau usul kita yang tidak dijalankan, jangan kita menjadi kecil hati, atau malah minder dan jadi tidak memberi masukan dikemudian hari. Begitu juga kalau saran kita lebih sering dijalankan, jangan kita menjadi mersa diri superior, sehingga rekan kta yang lain jadi malu untuk memberi masukan.

Seperti sebuah sirkus yang indah jika setiap anggota saling bekerjasama dan mau menerima masukan, maka usaha kita juga akan terlihat indah dan berjalan mulus, kalau kita mudah berkerjasama dengan rekan bisnis kita.

Apa ada yang pernah mengalami kegagalan dalam usaha patungan? Bisa di share ke kami…