Seri Investasi : Tingkat Pengangguran

pengangguran

Kita sudah bahas empat data fundamental yang berpengaruh, ada inflasi, suku bunga, cadangan devisa, dan neraca perdagangan. Kali ini kita akan bahas tentang pengangguran. Siapa yang tidak tahu pengangguran? Dan kami yakin kita semua pasti pernah merasakan jadi pengangguran. Tapi, apa sebenarnya pengangguran itu? Dan apa pengaruhnya pada ekonomi? Juga, tahukah kalau ternyata ada sisi positif dari pengangguran?

Pertama, mari kita coba lihat apa pengertian pengangguran? Menurut Wikipedia.org, “pengangguran terjadi ketika orang tidak memiliki pekerjaan dan aktif mencari pekerjaan.” Jadi, kalau kita lihat dari artinya,  selama kita tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan, kita dikatakan pengangguran yang sah. Sedangkan kalau kita tidak bekerja dan tidak aktif mencari pekerjaan, bisa jadi kita adalah seorang pensiunan.

Kembali, menurut Wikipedia.org, tingkat pengangguran adalah, “ukuran dari pengangguran secara merata dan itu dihitung sebagai persentase dengan membagi jumlah individu pengangguran oleh semua individu yang sedang berada dalam angkatan kerja.” Artinya, berapa total masyarakat yang pengangguran dibagi dengan total masyarakat yang bekerja, dan hasilnya dalam persentase.

Dan menurut World Employment and Social Outlook – Trends 2015, yang dikeluarkan oleh Organisasi PBB untuk Pekerja (ILO), di tahun 2019 akan ada lebih dari 212 juta orang yang akan tanpa pekerjaan, naik dari 201 juta orang saat ini.

Penyebab seseorang menganggur ada beberapa hal, bisa karena baru lulus dan sedang dalam tahap mencari pekerjaan, pindah pekerjaan, dll. Tapi, pengangguran pada dasarnya menjadi problem semua negara diseluruh dunia. Apalagi, jika dikaitkan dengan terjadinya krisis di tahun 2008 lalu. Selain itu pengangguran juga bisa menjadi beban bagi ekonomi, sehingga jika dikaitkan dengan data fundamental yang sedang kita bahas, ketika tingkat pengangguran meningkat, maka Rupiah akan melemah.

Untungnya, belum lama ini ada berita dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang memproyeksikan akan ada jutaan lapangan kerja baru mulai tahun depan hingga beberapa periode mendatang. Yang kira-kira akan menyerap cukup banyak tenaga kerja adalah beberapa sektor berikut:

1. Sektor infrastruktur

2. Sektor pertanian

3. Sektor maritim

4. Sektor padat Karya

5. Sektor substitusi impor

6. Sektor hilirisasi minyak dan gas (migas)

7. Sektor orientasi ekspor

 

Walaupun sebenarnya pengangguran adalah beban suatu negara, tapi ternyata ada sisi positif dari pengangguran. Sisi positif terbesarnya adalah dengan adanya data pengangguran, menunjukan adanya masyarakat yang tersedia untuk dipekerjakan. Artinya, jika suatu negara sudah tidak ada lagi yang dapat dipekerjakan, berarti sudah kurang peluang untuk buka usaha di negara tersebut, atau bisa juga dikatakan persaingan usaha di negara tersebut sudah terlalu kompetitif, malah cenderung jenuh.

Sedangkan, jika tingkat pengangguran lebih tinggi dari mereka yang bekerja, ini berarti ekonomi negara tersebut sedang melambat atau mungkin mulai ke arah default.

Punya pengalaman menjadi pengangguran? Silahkan share ke sini…