Seri Investasi : Suku Bunga

suku bunga

Sebelumnya kita sudah bahas tentang “inflasi”. Dan dalam penjelasan tentang inflasi kita sudah bahas sedikit tentang suku bunga, kalau inflasi cukup tinggi, maka Bank Indonesia cenderung meningkatkan suku bunga guna menjaga inflasi tetap terkendali. Maka, di artikel kali ini kita akan bahas, apa suku bunga itu? Dan apa pengaruhnya pada ekonomi? Suku bunga sebenarnya tingkat bunga yang  perlu dibayarkan oleh peminjam (debtors) kepada pemberi pinjaman (creditors).

Pengendalian suku bunga sangat vital bagi Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia dalam kebijakan moneternya guna menarik investasi, mengendalikan inflasi dan pengangguran.

Bank Indonesia umumnya cenderung menjaga suku bunga tetap rendah jika mengharapkan untuk menarik investasi dan konsumsi pada pergerakan ekonomi. Kita ingat dalam artikel tentang inflasi, salah satu dampak baik dari inflasi adalah kesempatan bagi masyarakat untuk berinvestasi dan membelanjakan uangnya. Hal ini bisa terjadi kalau inflasi dianggap tidak tinggi, setidaknya tidak setinggi atau bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Karena inflasi yang cukup rendah, maka Bank Indonesia tidak perlu menaikkan suku bunganya. Tingkat suku bunga akan mempengaruhi pada bunga deposito dan bunga kredit. Dimana, bunga deposito akan dipatok lebih rendah atau sama dengan suku bunga yang sedang berlaku.

Misal, saat ini Bank Indonesia sudah menetapkan suku bunga sebesar 7,5% per tahunnya, maka bank-bank yang beroperasi di Indonesia menetapkan bunga deposito mereka sebesar 7,5% atau lebih rendah. Dan, andaikata karena inflasi tahun ini ternyata sesuai ekpektasi yaitu sekitar 4% atau lebih rendah, maka Bank Indonesia akan mulai menurunkan suku bunganya. Otomatis masyarakat tidak akan menyimpan dananya di perbankan karena bunganya kecil, tetapi akan menggunakan dananya untuk usaha, karena bunga pinjaman untuk usaha atau untuk KPR akan ikut turun.

Tapi bukan berarti suku bunga rendah selamanya bagus. Bila suku bunga terlalu rendah, bisa berisiko terciptanya gelembung ekonomi (kita akan bahas tentang ini, di artikel berikutnya), karena jumlah besar yang masuk pada investasi umumnya akan masuk pada properti, karena bunga KPR rendah, dan juga masuk ke pasar saham.

Sebaiknya dengan bunga rendah lebih dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi dari sisi sektor ekonomi riil bukan sepenuhnya untuk diinvestasikan pada pasar saham. Bukan berarti investasi pada pasar saham tidak baik, tapi perlu diingat, dana yang dinvestasikan pada pasar saham, tidak langsung bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Bisa dikatakan, inflasi punya kaitan erat dengan suku bunga, dimana, ketika inflasi terlalu tinggi, maka Bank Indonesia cenderung menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Jadi, jika inflasi naik membuat Rupiah melemah, maka jika suku bunga naik, akan menguatkan Rupiah. Tapi, kalau suku bunganya terlalu lama berada di level tinggi, Rupiah pun akan melemah kembali, seperti yang terjadi sekarang.

Bagi mereka yang punya pendapat yang berbeda atau pengalaman lain, silahkan share ke sini…

  • offertadiprestito1994

    The Unique ,fast ,And transparent private online credit solution for financing your projects.The credit is available to anyone able to repay ,for more information please contact us Now
    Email : privatecreditonline@gmail.com