Seri Investasi : Inflasi

Inflasi1

Pada artikel terdahulu kita sudah membahas tentang pengertian analisa-analisa yang sering dipakai oleh para pelaku pasar, baik saham, komoditas maupun valas di http://blog.ngaturduit.com/.

Di artikel kali ini, kita akan melihat komponen-komponen dalam analisa fundamental. Karena ada begitu banyak, maka kita tidak akan membahas semuanya. Komponen yang akan dibahas dalam beberapa artikel ke depan adalah komponen yang memiliki pengaruh cukup besar pada pasar.

Dalam tiap artikel kita akan lihat pengertian dan apa dampaknya pada pasar, khususnya pada mata uang, karena uang yang digunakan untuk transaksi saham, komoditas, bahkan valas itu sendiri. Karena kita berada di Indonesia, maka kita akan lihat pengaruh data fundamental ini terhadap Rupiah.

Yang pertama akan kita bahas adalah Inflasi. Apa sih inflasi itu? Inflasi adalah meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dalam suatu waktu, sedangkan deflasi bisa dikatakan sebagai kebalikan dari inflasi. Yang menarik, deflasi jarang terjadi di negara berkembang, tapi lebih sering terjadi pada negara maju, karena biasanya negara maju, sering mengalami pelambatan ekonomi, malah bisa cenderung stagnan.

Karena harga meningkat, maka tiap unit mata uang hanya sanggup membeli dalam jumlah yang lebih sedikit. Dengan kata lain, meningkatnya inflasi membuat Rupiah melemah. Misal, tahun ini, kita beli daging sapi katakanlah diharga Rp 100.000/kg, dengan inflasi per tahun 4%, maka di tahun depan dengan Rp 100.000, kita mungkin hanya dapat 9,6 ons. Dari contoh ini, kita bisa lihat kalau inflasi berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Inflasi punya dampak baik dan buruk. Dampak buruknya, karena inflasi, bisa mengganggu investasi dan mengurangi simpanan uang, yang lebih buruk lagi, karena inflasi yang terlalu tinggi bisa membuat cemas masyarakat akan dana yang mereka miliki di masa depan, atau bisa seperti sekarang, karena harga yang terlalu tinggi, bisa membuat kelangkaan daging sapi, walau yang terjadi sekarang bukan sepenuhnya karena inflasi.

Salah satu dampak baik dari inflasi adalah, inflasi memberi tiap-tiap orang kesempatan untuk membelanjakan dan menginvestasikan uangnya, karena bila tidak maka uang mereka akan jadi tidak berguna di masa depan. Belanja dan investasi ini bagus untuk menggerakan ekonomi.

Bila inflasi terlalu tinggi, maka Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia biasanya akan menaikan suku bunga, guna menjaga inflasi tidak terlalu tinggi. Sayangnya, karena tingkat suku bunga yang cukup tinggi, maka ini akan memperlambat geraknya laju ekonomi, mengapa? Salah satu alasannya, karena suku bunga tinggi, maka otomatis orang akan lebih senang menyimpan dana nya di perbankan daripada dipakai dalam usaha.

Kita akan bahas tentang suku bunga, pada seri berikutnya. Bila ada yang punya pengalaman menghadapi inflasi tinggi, mungkin di negara-negara lain, silahkan di share ke sini…