Seri Investasi : Gross Domestic Product (GDP)/ Produk Domestik Bruto (PDB)

GDP

Jika neraca perdagangan bisa kita katakan sebagai data yang menunjukkan seberapa kaya suatu negara, walau tidak secara langsung, maka, GDP/PDB merupakan suatu ukuran dari seberapa besar ekonomi suatu negara.

Menurut Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD), PDB adalah standar ukuran dari suatu nilai akhir barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama suatu jangka waktu tertentu yang dikurangi dengan nilai impor. Meski PDB adalah suatu indikator terpenting untuk menjelaskan aktifitas ekonomi, ini bukan alat ukur yang baik untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan masyarakat dan hanya sebagai alat ukur terbatas untuk mengetahui apa saja yang membentuk standar hidup suatu masyarakat.

Jadi PDB merupakan cara yang paling umum untuk mengestimasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dan pola pertumbuhan PDB digunakan untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan suatu kebijakan ekonomi dan juga untuk mengetahui apakah ekonomi suatu negara sedang dalam resesi.

PDB dapat dijelaskan melalui tiga pendekatan, yang mana dari ketiga ini secara prinsip akan mengeluarkan hasil yang sama. Tiga pendekatan ini adalah, pendekatan produksi (atau output atau nilai tambah), pendekatan pendapatan, atau pendekatan pengeluaran(belanja).

Karena ada tiga pendekatan, maka kita bisa cari data-data penunjang untuk mendapatkan gambaran apakah GDP suatu negara sedang bertumbuh atau tidak. Data-data penunjang ini merupakan data produksi negara tersebut, yang tentunya bisa dilihat dari neraca perdagangan salah satunya, kemudian data pendapatan, yang bisa kita lihat dari data BPS (Biro Pusat Statistik), dan data belanja negara, yang tercermin dari proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh suatu negara, misal proyek pembangkit listrik, proyek jalan tol, dll.

Tapi, kita perlu bedakan pengertian antara PDB dengan PNB (Pendapatan Nasional Bruto / Gross National Income (GNI)). Perbedaannya terletak pada cakupannya, kalau PDB cakupannya berdasarkan lokasi, sedangkan PNB cakupannya pada kepemilikan.

Nah, kalau kita sedang baca koran atau melihat media elektronik, yang sedang menjelaskan tentang PDB Indonesia meningkat kemudian Neraca Perdagangan nya surplus, ini menjadi berita baik, yang menandakan ekonomi membaik. Dan kalau data PDB naik, biasanya Rupiah menguat.

PDB dapat dibagi dengan jumlah penduduk suatu negara pada waktu tertentu, yang disebut PDB per kapita (per orang). Misal, menurut data, PDB Indonesia tahun 2014 mencapai Rp 10.000 triliun lebih, sedangkan jumlah penduduk Indonesia tahun 2014 kira-kira 245 juta jiwa, jadi kalau total PDB kita bagi dengan total jumlah penduduk, maka kita dapatkan PDB per kapita Indonesia, kira-kira Rp 40 juta per kapita atau kira-kira US$3000 an (dengan dollar US saat itu dikisaran Rp 12.000). Dengan kata lain, kalau semua uang Indonesia dibagi ke semua penduduknya secara merata, maka masing-masing orang dapat US$ 3000.

Karena PDB biasanya dihitung tahunan, maka, kalau pendapatan kita saat ini sudah mencapai Rp 40 juta per tahun, berarti kita sudah dapat merasakan PDB per kapita tadi.

Ada yang mungkin saat ini merasakan  atau pernah merasakan PDB per kapita nya di atas yang disebut tadi? Silahkan share ke sini…