Seri Investasi : Cadangan Devisa

?????????????????

Kita sudah bahas tiga data fundamental pertama yang memiliki pengaruh ke ekonomi tiap-tiap negara, dalam hal ini, khususnya ke Rupiah dan ekonomi Indonesia baik inflasi, suku bunga atau GDP.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang cadangan devisa, apa itu? Dan bagaimana pengaruhnya ke Rupiah.

Cadangan devisa adalah aset yang dimiliki oleh Bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia, yang biasanya dalam berbagai mata uang, yang umumnya Dollar Amerika, Euro, Pound Inggris, dan Yen Jepang, yang gunanya untuk membayar kewajiban, membayar ekspor-impor, dan juga untuk menjaga nilai mata uang negara setempat, dalam hal ini Rupiah. Berbagai cadangan dana yang dimiliki bank, pemerintah dan lembaga keuangan akan disimpan di Bank sentral. Pada artian yang lebih luas, sering memasukkan cadangan emas, special drawing rights (SDR-cadangan devisa tambahan yang dikelola IMF), dan posisi cadangan dana yang dimiliki IMF.

Bisa dikatakan kalau BI memiliki cadangan devisa yang cukup tinggi, artinya BI memiliki kesanggupan untuk membayar kewajiban-kewajiban nya, sanggup membayar ekspor-impor yang biasanya hingga 3-6 bulan ke depan, dan juga menjaga Rupiah bila terjadi pelemahan seperti sekarang ini.

Tapi perlu diingat, dana ini tidak bisa digunakan untuk semua hal di atas sekaligus, artinya, kalau dana ini digunakan untuk bayar kewajiban maka akan mengurangi dana untuk membayar ekspor-impor, begitu juga jika digunakan untuk jaga Rupiah, maka dana untuk bayar ekspor-impor dan bayar kewajiban akan otomatis berkurang.

Hal ini yang membuat BI tetap harus bersikap prudent, agar cadangan devisa tidak tergerus hingga habis. BI tidak bisa menggunakan semua dana untuk terus-terusan menjaga Rupiah dengan cadangan devisa, maka biasanya Rupiah dijaga dengan perubahan suku bunga, menjaga iflasi, dll.

Dana cadangan devisa yang digunakan untuk menjaga mata uang yang lemah terbatas, maka jika terus dipaksakan akibatnya bisa ke arah krisis keuangan atau devaluasi (menurunkan nilai mata uang).

Jadi, cadangan devisa naik, bisa menaikkan pula nilai Rupiah, tapi situasi-situasi seperti sekarang ini yang buat BI sering berada di situasi yang serba salah, apalagi kalau Rupiah terus menerus melemah. Di satu sisi, kalau cadangan devisa terlalu banyak digunakan untuk menjaga Rupiah, maka kewajiban dan ekspor-impor akan sulit dibayarkan, sedangkan kalau kewajiban sudah jatuh tempo dan ternyata tidak dibayar, maka otomatis Rupiah akan kembali melemah, malah bisa tambah parah. Atau, jika ekspor-impor tidak dibayar, maka akan berakibat buruk pada pergerakan bisnis yang berkaitan dengan ekonomi.

Tidak heran BI dan pemerintah meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan mata uang asing dalam hal ini Dollar, mencegah terlalu banyak Rupiah yang dikonversikan ke Dollar, yang juga berimbas ke money changer, dll.

Pada seri berikut kita akan bahas tentang tingkat pengangguran. Bagi mereka yang punya pengalaman dengan kondisi Rupiah yang melemah, silahkan share ke sini…