Salah Mempersiapkan Pensiun

 

Di waktu yang sama, pada saat anda membaca tulisan ini, terdapat banyak sekali orang yang sedang mempersiapkan pensiun. Ada yang tahun depan pensiun. Ada yang masih 3 tahun lagi. Atau ada juga yang masih lama, 5 tahun lagi. Ketika kita terbayang mempersiapkan kehidupan masa pensiun, pernahkah terbayang apakah waktu yang tersisa beberapa tahun ke depan, cukup untuk mempersiapkan seluruh dana pensiun kita? Lalu, apa saja yang biasanya menjadi penyebab kegagalan dalam mempersiapkan dana pensiun?

 

Kesalahan pertama yang kerap terjadi adalah menunda persiapan dana pensiun. Mempersiapkan dana pensiun 5 tahun menjelang usia pensiun bisa dibilang terlalu mepet. Dengan kebutuhan dana pensiun yang berpotensi mencapai miliaran rupiah, jangka waktu 5 tahun menjadi terlalu riskan. Apakah benar bisa mencapai miliaran? Bisa, jika kita mempertimbangkan perkembangan inflasi terhadap biaya hidup kita saat ini. Lalu, mungkinkah mempersiapkannya dalam waktu 5 tahun? Bisa, tapi mungkin akan berat. Sangat berat.

 

Kesalahan kedua adalah pernyataan “ya, gimana nanti saja lah..”. Ada saja orang-orang yang bepikiran seperti ini. Mereka biasanya berpikir hanya di saat ini saja, apa yang diperoleh saat ini hanya untuk kebutuhan saat ini. Sedangkan apa yang akan menjadi kebutuhan di masa depan, akan dipikirkan nanti saja saat waktunya tiba. Ini sangat berisiko. Pola pikir semacam ini, hampir sama berisikonya dengan mengandalkan anak-anak untuk membiayai kebutuhan pensiunnya. Anak-anak sudah cukup sulit membiayai kehidupan keluarganya sendiri, belum tentu mereka mampu dibebani tambahan biaya pensiun kita.

 

Kesalahan ketiga adalah mengandalkan tunjangan pensiun. Ketika kita bekerja, memang kita sudah diikutsertakan dalam program jaminan hari tua yang rutin dipotong dari penghasilan dan juga dibayarkan oleh perusahaan tempat kita bekerja. Tapi apakah cukup? Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 1992, telah disebutkan pada pasal 25 bahwa pada saat kita pensiun, kita akan memperoleh sebanyak-banyaknya hanya 20% dari nilai manfaat pensiun sebagai sarana transisi. Cukup? Entahlah, kita akan merasa cukup atau tidak, baru pada saat kita mengalaminya. Dan pada saat itu, semua sudah sangat terlambat.

 

Kehidupan masa pensiun tidak akan terlihat dan terasa menyenangkan sebagaimana yang kita bayangkan selama ini. Bertualang keliling dunia, bermain bersama cucu, berkebun di halaman belakang rumah, dan sebagainya, tidak akan tercapai kalau kita tidak mempersiapkannya dengan baik sejak saat ini. Sebelum semuanya terlambat.

 

Avian Dwiputra | @sayaAvi
COO & Senior Advisor Ardana Consulting

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com