Bila saat ini Anda telah memprioritaskan dana pendidikan anak, walaupun Anda baru merencanakan kehadirannya, Good! Anda dan pasangan sudah selangkah lebih maju, karena Anda mungkin sudah mulai menyadari betapa tingginya biaya pendidikan saat ini.

Apakah terlalu cepat? Tentu tidak karena biaya pendidikan tiap tahunnya akan semakin tinggi.

Apakah uang yang Anda miliki cukup untuk membiayai sekolah anak hingga jenjang yang lebih tinggi? Inilah yang sering menjadi beban pikiran para orangtua, oleh karena itu orangtua harus mulai menyiapkan dana pendidikan sejak dini agar bisa mengejar kenaikan inflasi pendidikan yang lebih tinggi daripada inflasi normal.

Mari kita persiapkan dana pendidikan untuk anak-anak kita.

Ada beberapa tahapan yang perlu ditentukan oleh orang tua:

  1. Anda harus menentukan dulu konsep pendidikan seperti apa yang cocok dengan karakter dan potensi anak. Ada orang tua yang mengutamakan segi akademis atau kreatifitas, ada yang sangat berbasis agama atau netral, ada yang menggabungkan kurikulum lokal, plus atau berstandar international, ada yang menggunakan bahasa Indonesia atau Indonesia-Inggris, atau hanya bahasa Inggris ?
  2. Menentukan jenjang pendidikan yang akan dijalani. Apakah dari Preschool atau langsung ke TK, apakah sampai S1 atau sampai S2?
  3. Menentukan pilihan-pilihan sekolah yang menjadi Alternatif dari setiap jenjang Pendidikan. Misalkan : SD di SD Negeri 1 (Negeri) atau SD di Al-Azhar (Swasta), Kuliah di UI atau di Bina Nusantara.

Para Perencana Keuangan akan kemudian membantu proses Perencanaan Dana Pendidikan, yaitu dengan:

  1. Mencari informasi biaya pendidikan saat ini untuk setiap jenjang pendidikan. Biaya-biaya apa saja yang harus ditanggung? Misalnya; uang pangkal, uang sekolah (SPP), uang seragam, uang buku, uang ekstra kulikuler, biaya hidup jika sekolah di luar kota atau luar negeri, dll. Kapan biaya-biaya tersebut harus dibayarkan? Apakah per bulan, per 3 bulan, per-semester, pertahun atau hanya sekali? Informasi-informasi ini akan ditanyakan secara detil ke sekolah yang sudah ditentukan oleh orang tua.
  2. Menghitung biaya pendidikan tersebut nanti  (future value) ketika anak mencapai usia yang masing-masing jenjang pendidikan, dengan mempertimbangkan inflasi pendidikan yang bisa berbeda-beda tergantung masing-masing sekolah.
  3. Menentukan jumlah dan instrumen/produk investasi yang sesuai untuk mencapai biaya yang akan datang, dengan menggunakan asumsi return masing-masing produk investasi yang dianalisa berdasarkan data historis.

Dengan dibantu oleh para Perencana Keuangan maka orang tua tinggal melakukan tugasnya untuk menyisihkan sejumlah dana (bulanan/tahunan/lump sum) dan berinvestasi secara rutin, dengan pilihan produk investasi yang sudah direkomendasikan, melakukan review berkala dengan Perencana Keuangan, sehingga pada saat dana pendidikan dibutuhkan tinggal menggunakan dana yang sudah dialokasikan untuk setiap jenjang pendidikan. Sebagai orang tua Anda lebih tenang kan?

Mari kita bijak dalam merencanakan Dana Pendidikan anak kita, jika bukan kita siapa lagi?


Dengan hormat,

Tim NgaturDuit.com
email: contact@ngaturduit.com
twitter: http://twitter.com/ngaturduit

Disclaimer:
Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com

Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.