Reksadana Pilihan – Nov 2013

Ini adalah list ReksaDana Saham yang dapat dibeli melalui Commonwealth Bank dan memiliki performa cukup baik berdasarkan pilihan kami:

  1. Batavia Dana Saham Optimal
  2. Schroder Dana Istimewa
  3. Schroder 90 Plus
  4. BNP Paribas Infrastruktur Plus

Salam Investasi untuk Indonesia

Ryan Filbert Wijaya,S.Sn,ME.
Investment advisor, praktisi pasar modal, penulis buku “Investasi Saham ala Swing Trader Dunia” dan “Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana
www.RyanFilbert.com | Fb: Ryanfilbertdotcom | @RyanFilbert | Youtube : /ryanfilbert

  • rina

    Selamat malam mas ryan, sy baru mempelajari reksadana dan saham, buku nya mas ryan jg baru selesai sy baca, tp msh blm bs menentukan.

    Begini..klo sy mau invest tp unt jangka setahun aja, tujuannya mau nabung unt qurban sm unt asuransi tahunan, semesteran anak. Bagusnya di reksadana pasar uang atau pendapatan tetap ya… Reksadana apa ya yg performanya bagus…? Terimakasih sebelumnya…

    • http://www.ryanfilbert.com Ryan Filbert

      Halo. Saya coba bantu jawab. Bila kurang dr 1 tahun secara teori tetap saja kita mengacu pada reksadana pasar uang.
      Unt cara melihat kinerja coba deh dibuka di buku ku sekalian latihan di bagian memilih reksadana dengan bantuan Bloomberg. Mudah koq =)

  • Windri

    Selamat siang… Saya mau tanya mengenai cara melihat apakah reksadana yang kita miliki performancenya masih bagus atau tidak.

    Dari mana kita dapat melihatnya? Apakah dari fund fact sheet per bulan atau dari hasil return investasi yang kita miliki ? Karena hasilnya akan beda tergantung kapan kita membelinya.

    Terima kasih

    • mimin

      Hi Windri. Investasi reksadana atau produk apapun harus sesuai dengan tujuan. Jika misalnya punya tujuan A dan untuk mencapai tujuan tersebut harus memiliki produk investasi dengan return 10% per tahun, maka jika produk yang dimiliki masih memenuhi syarat, seharusnya tidak ada masalah bukan? :)

      Namun, memang kadang kita ingin mencari produk dengan performa yang lebih, dan itu sah-sah saja.
      Cara paling mudah adalah membandingkannya dengan performa reksadana sejenis dalam jangka waktu berbeda (bulanan, 1 tahun, 3 tahun).
      Perhatikan trend pertumbuhannya, namun jangan semata-mata lihat dari performa saja karena umur dan jumlah dana kelolaan reksadana sebaiknya juga jadi pertimbangan dalam memilih apakah akan melakukan switching atau tidak.