Rahasia Gelap Bank Mengenai Pembayaran Non-Tunai

Ada sebuah rahasia bank yang mereka tidak ingin kita tahu terkait pembayaran non-tunai menggunakan fasilitas e-channel perbankan seperti ATM, kartu debit, kartu kredit, internet banking, mobile banking, dan e-money.

Transaksi non-tunai (cashless) memudahkan dalam melakukan pembayaran dalam bertransaksi. Mangutip data dari salah satu lembaga survey kelas menengah, 24% masyarakat kelas menengah menggunakan kartu debit dan 14% menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran transaksi kebutuhan sehari-hari. Untuk melakukan pembayaran tagihan rutin, tingkat penggunaan kartu debit adalah sebesar 25%, kartu kredit 10%, dan internet banking 8%.

Dengan segala macam kemudahan bertransaksi non-tunai dan manfaat tambahan seperti diskon, cashback, cicilan dan promo khusus untuk pembayaran secara non tunai serta proses pembayaran yang lebih praktis membuat konsumen semakin royal dalam mengeluarkan untuk berbelanja. Akibatnya, ada kecenderungan untuk membelanjakan uang lebih banyak (makin konsumtif) untuk pembayaran transaksi menggunakan kartu kredit, kartu debit, internet banking dalam pembayaran transaksi.

Ada survey yang dilakukan di Amerika menemukan bahwa orang yang memiliki lebih banyak kartu kredit di dompetnya akan cenderung membelanjakan uangnya lebih besar. Kemudahan fasilitas pembayaran non-tunai menyebabkan “Willingness to Pay” meningkat 50%-200%! Selain itu, orang yang melakukan pembayaran dengan non-tunai di restoran cenderung memberikan tips kepada pelayan jauh lebih besar daripada konsumen yang membayar dengan uang tunai.

Kurangnya kemampuan untuk menahan diri saat berbelanja dengan kartu kredit atau debit membuat kita cenderung berbelanja lebih banyak dibandingkan dengan uang tunai karena secara psikologis kita akan merasakan “sakit” saat uang berpindah dari tangan kita ke tangan penjual. Sebaliknya saat melakukan pembayaran dengan non-tunai maka perasaan “sakit” dan “kehilangan” tidak terasa, karena secara fisik tidak ada perpindahan uang dari tangan kita ke tangan penjual.

Dengan segala kemudahan dan manfaat dari transkasi non tunai, kita harus berhati-hati dalam menggunakannya. Salah satu tips mudah yang bisa dilakukan adalah dengan memisahkan antara rekening belanja dan rekening untuk keperluan lain. Hal ini akan membantu menghindari penggunaan uang melebihi dari yang sudah di budgetkan.

Baca juga : Membuat Anggaran

 

Jangan sampai kita bermaksud untuk berhemat dengan memanfaatkan fasilitas diskon dan cashback, malah jadi lebih boros dalam berbelanja karena “merasa” tidak mengeluarkan uang dengan pembayaran transaksi secara non tunai.