Punya Keinginan Kuliah Lagi?

kuliah lagi

Bagi mereka yang sudah bekerja tapi belum sempat menyelesaikan kuliah mereka. Belum menyelesaikan di sini, bisa jadi karena memang belum selesai kuliah tapi sudah bekerja, atau bisa juga baru menyelesaikan satu gelar, mungkin sarjana muda. Bisa juga, mereka sudah menyelesaikan satu gelar sarjana penuh tapi bermaksud ambil gelar sarjana lanjutan (S2 atau S3), bisa juga ambil bidang lain yang disesuaikan dengan profesi masing-masing. Biasanya mereka akan berpikir untuk kuliah lagi

Apapun alasannya, yang pertama perlu kita lakukan adalah tentukan tujuan kita kuliah kembali. Karena beda tujuan, beda pula dana yang diperlukan, waktu yang dihabiskan, dan sumber dana untuk kulaih tersebut.

Melalui artikel ini, kami ingin coba mengajak untuk sedikit berpikir sebelum bertindak. Memang, menempuh pendidikan lanjutan atau istilahnya pendidikan tinggi tidak salah, karena selain menambah ilmu, mengasah keterampilan juga memperluas koneksi.

Tapi, apakah itu semua hanya bisa didapat dari kuliah? Jawabannya tidak, ketiga hal di atas bisa didapat dari tempat lain. Lalu apa kaitannya dengan mengelola dana kita? Kaitannya ada pada seberapa besar dana yang akan kita keluarkan?

Jika kita hanya ingin mencari koneksi, ilmu dan ketrampilan, selain kuliah, ada juga kursus-kursus atau seminar-seminar untuk peningkatan profesi. Tapi kalau alasannya untuk naik jabatan, maka memang tidak ada jalan lain selain kuliah.

Lalu, bagaimana dengan sumber dana? Ada beberapa cara:

  1. Gaji

Sumber dana pertama, buat kita yang bekerja kantoran, bisa dari gaji bulanan kita. Mungkin sejak masuk kita bisa menabung atau menginvestasikan dana kita untuk kuliah atau kursus dikemudian hari.

Pos anggaran kita yang tadinya berpola 50-30-10-10 adalah untuk biaya hidup, hutang, investasi, dan sosial, bisa kita rubah sedikit menjadi, 50% tetap biaya hidup, 30% yang harusnya buat hutang, bisa kita ganti dengan biaya kuliah/kursus, 10% yang investasi tetap tapi khusus untuk biaya kuliah dikemudian hari jika ternyata membengkak, dan yang buat sosial tetap 10%.

  1. Usaha

Cara kedua agar bisa punya sumber dana untuk kuliah/kursus, dengan usaha sampingan.yang mana, hasil usaha ini mungkin untuk menopang biaya hidup, sedangkan gaji bulanan, bisa untuk biaya kuliah.

Tapi, perlu diingat, dengan kita usaha sampingan artinya pikiran kita akan terbagi, antara bekerja, berusaha, dan belajar. Hingga satu titik kita harus memutuskan akan mendahulukan yang mana?

Lalu, bagaimana jika bekerja sudah, usaha sudah, tapi tetap belum cukup untuk membiayai kuliah/kursus kita? Jawabannya ada di bagian terakhir dari topik kita.

  1. Kantor

Buat yang sudah bekerja beberapa tahun, bisa menjadikan kantor sebagai sumber dana alternatif buat kita kuliah.

Ada beberapa perusahaan yang memang menyediakan fasilitas dana pendidikan ini untuk karyawannya. Kalaupun tidak ada, tidak ada salahnya bagi kita untuk mengajukan entah itu pinjaman ke kantor atau meminta dukungan dana dari kantor untk kita kuliah/kursus.

Jika sesuai dengan profesi, dan juga lamanya kita bekerja serta kinerja kita di kantor cukup baik, maka umumnya kantor akan dengan senang hati memberikan dana talangan ini.

Misal, kita sebagai seorang akuntan, dan ada perubahan peraturan pajak atau mau ambil kursus pajak, maka kantor akan dengan senang hati bahkan meminta kita untuk ambil kuliah atau kursus tersebut.

Jadi, sebelum kita memutuskan untuk kuliah/kursus lagi, lihat tujuan, dana dan lingkungan kita, seberapa menunjang ini semua. Tidak terburu-buru selalu menjadi langkah yang terbaik.

Ada yang mau sharing pengalaman kuliah/kursus lagi? Silahkan share ke sini…