Properti sebagai Aset Investasi

Rumah, Apartement, Ruko, adalah properti yang bisa dibilang dimiliki oleh sebagian besar keluarga. Kegunaan utama properti sebagai tempat tinggal dan bisnis usaha, merupakan fungsi utama yang tidak terelakkan. Akan tetapi, sebagai tempat tinggal, nilainya yang terus meningkat, menyebabkan properti memiliki kelebihan lainnya, yaitu sebagai aset investasi.

Berbeda dengan investasi di surat berharga yang baru meningkat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, investasi di properti telah dilakukan banyak orang tua kita sejak jaman dahulu kala. Apalagi dengan semakin bertambahnya jumlah manusia didunia ini, sementara luas tanah tidak akan bertambah, maka keterbatasan tersedianya tanah menyebabkan harganya terus meningkat.

Sebagai sebuah aset investasi, Properti tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan. Inilah beberapa kelebihan yang membuat banyak orang tertarik untuk berinvestasi di properti:

1. Memiliki wujud barang, sehingga yang memiliki merasa lebih nyaman
Saat kita memiliki properti, tentu saja kita bisa melihat dan memegang bentuknya. Rumah, apartemen, ruko, bahkan tanah dapat kita pegang. Dengan wujud yang nyata, maka dari sisi kenyamanan, apalagi dibandingkan dengan investasi di surat berharga yang tidak memiliki wujud, maka properti menjadi salah satu andalan produk investasi.

2. Nilainya terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah manusia, dan meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal dan usaha.
Tentu saja ini sangat berhubungan dengan teori supply dan demand dalam ekonomi. Semakin meningkatnya demand (permintaan) sementara supply (barangnya) terbatas, maka harga barang tersebut akan semakin tinggi. Tanah dan ruang di bumi ini, tentu saja terbatas jumlahnya. Sementara dengan bertambahnya jumlah manusia, maka permintaan akan properti akan semakin meningkat. Yang akhirnya, tentu saja akan terus meningkatkan harga properti.

3. Memiliki resiko yang rendah dalam hal perubahan harga yang relatif perlahan dibanding investasi lainnya.
Pernahkah kita mendengar harga tanah turun ? boleh dibilang hampir tidak pernah. Kalau harga tanah tidak meningkat mungkin saja, tapi kalau harga tanah turun, hampir tidak terdengar. Dengan potensi rendahnya penurunan harga, maka properti memiliki resiko yang rendah dalam hal turunnya nilai uang yang kita investasikan. Coba bandingkan dengan nilai investasi di surat berharga yang bisa saja turun dengan cepatnya, bahkan hanya dalam waktu satu hari.

4. Dapat dijadikan agunan.
Tentu saja, hampir semua investasi sudah dapat dijadikan agunan saat ini. Mulai dari surat berharga, logam mulia, properti, bahkan bisnis kita. Akan tetapi, propertilah yang paling umum dan mudah untuk dijadikan agunan dibanding jenis investasi lainnya. Bank lah yang paling banyak memberikan pinjaman uang dengan mengagunkan rumah, tanah atau properti kita yang lain, dengan bunga yang relatif rendah.

5. Bisa dijadikan passive income dengan cara disewakan atau dikontrakkan. Dengan cara ini, properti bisa memberikan double income, selain kenaikan harga juga penghasilan sewa.
Tanpa bersusah payah, kita bisa mendapatkan penghasilan secara reguler dari properti yang dimiliki. Semua jenis properti bisa memberikan hasil sewa atau kontrak baik bulanan atau tahunan. Tentu saja hasil sewanya sangat tergantung pada jenis properti serta lokasi. Apabila kita membeli properti secara kredit, hasil sewa dari properti, bisa digunakan untuk membayar cicilan kreditnya.

6. Bisa dibeli dengan sistem kredit, sehingga tidak harus membayar tunai senilai harganya langsung saat membeli.
Dengan cara kredit, kita bisa memanfaatkan langsung properti yang kita beli, tanpa menunggu sampai kita punya uang sebesar harga properti tersebut. Siapkan DP kredit properti yang 30% nilainya saat ini, kita bisa langsung tempati propertinya atau langsung bisa kita jadikan sebagai aset aktif dengan disewakan.

Ada sisi positif, tentunya ada sisi negatifnya.
tunggu artikel berikutnya tentang sisi negatif dari berinvestasi di properti

Tejasari CFP®
Independent Financial Planner
Tatadana Consulting
www.tatadana.com
Follow @TatadanaConsult