Pilih reksadana murah, apa yang mahal dan apa yang baru?

Pembahasan kali ini saya ingin bahas pertanyaan yang selalu muncul pilih reksadana yang mana? Tidak pernah ada hubungan bahwa reksadana bernilai 1000 artinya lebih punya masa depan cerah dibanding yang 10 ribu. Tidak ada hubungan juga bahwa reksadana 1000 itu membuat si MI nggak bisa beli saham mahal misalkan yang perlembarnya 50 ribu.

 

Reksadana memang secara simple adalah titip uang ke MI untuk di belikan instrumen investasi seperti saham dan kawan-kawan. Tapi pelaksanaannya adalah kita MEMBELI unit Penyertaan yang artinya apa yang dibeli adalah unit yang sudah di kelola terlebih dulu oleh MI. Oleh karena itu ada yang dikenal AUM yaitu Asset under management atau besaran dana yang dikelola dari umum oleh Mi.

 

Dengan catatan apa? Kalau reksadananya terbuka. RD sendiri ada yang terbuka alias dapat kita miliki umum dan tidak. Selalu gunakan persen (%) dalam menilai kinerja. Jangan hitung mahal dan murah dari NAB itu hal SANGAT keliru. Dan Tidak ada istilah bahwa harga xxx adalah kemahalan. Kenapa? Index saham pernah 1000 dan hari ini 5000an.

 

Apakah 5000 mahal? Apakah pada saat 4000 kita tunggu index 1000 baru dibeli? Jawabannya jelas tidak. Sama saja dengan reksadana bila semua saham pergerakannya adalah harusnya naik artinya tidak ada istilah kemahalan. Toh, pendapatan juga naik dan tidak ada yang bisa bilang gaji kemahalan, iya sih kalau dibanding 50 tahun yang lalu.

 

Fokus pada beberapa reksadana dengan tema umum untuk investasi jangka panjang dan lebih baik hindari yang terbatas pada sektor tertentu. Bagaimana membandingkan kinerja reksadana yang baik dan tidak baik? Gunakanlah relative performance index. Untuk cara menganalisa dengan RSI Anda bisa pelajari dan baca dari buku menjadi kaya dan terencana dengan reksadana.

 

Ryan Filbert Wijaya, S.sn, ME.
Investment advisor, praktisi investasi dan inspirator investasi
@ryanfilbert
www.ryanfilbert.com
www.facebook.com/ryanfilbertdotcom

Tags: