Peruntungan di Properti

Beberapa orang memiliki pertimbangan sendiri dalam mengembangkan nilai kekayaannya, seperti mencoba peruntungan di properti. Walaupun pada awalnya digunakan sebagai aset guna untuk tempat kita hidup, namun saat ini properti juga popular digunakan untuk berinvestasi. Layaknya emas, berinvestasi di properti sudah popular sejak jaman pendahulu kita. Hanya saja, para pendahulu kita lebih gemar berinvestasi dalam bentuk sebidang tanah.

Pemanfaatan properti sebagai produk investasi, menggunakan konsep yang sama sebagaimana produk investasi lainnya. Kita akan membelinya dengan mengharapkan bahwa harganya akan mengalami kenaikan di masa mendatang. Dengan menggunakan logika mendasar kita, seharusnya harga properti memang akan selalu mengalami kenaikan karena mulai terbatasnya jumlah lahan yang tersedia di planet tercinta ini. Namun, properti sebagai produk investasi juga memiliki resiko sebagaimana produk investasi lain, yaitu adanya kemungkinan harga properti berkaitan akan stagnan atau malah turun.

Ketika anda ingin membeli sebuah properti, pernahkah anda membayangkan bahwa properti tersebut berada di atas pipa gas yang sangat rentan meledak? Atau pernahkah terbayang bahwa lokasi properti yang ingin anda beli ternyata terkontaminasi oleh radiasi nuklir? Memang terdengar berlebihan, tapi selalu terdapat kemungkinan, bukan? Dengan logika sederhana seperti ini, kita harus menyadari bahwa berinvestasi di produk properti tidak berarti akan selalu mengalami kenaikan harga, tapi juga akan berpotensi turun.

Lalu kemudian selain dari permasalahan kondisi lingkungan properti, ada juga resiko yang dihadapi jika harganya naik tinggi. Bukankah akan bagus jika properti tersebut mengalami kenaikan harga hingga melonjak tinggi? Ya, memang bagus. Tapi, apakah kemudian ada orang yang mampu membelinya? Belum tentu. Hal utama penentu dari sebuah investasi properti adalah lokasinya. Semakin strategis lokasinya maka kemungkinan kenaikan harganya akan lebih terjamin. Namun, lokasi strategis cenderung membuat harganya menjadi sangat mahal. Jika anda membeli di lokasi strategis kemudian harganya melonjak, maka tentu aset investasi anda akan turut melonjak. Namun, ketika anda membutuhkan dana tunai dan ingin menjual properti tersebut, anda akan mengalami kesulitan dalam menjualnya. Sehingga, cobalah untuk mencari informasi daya beli masyarakat di sektor properti, sehingga anda akan mengetahui properti dengan range harga berapa yang masih bisa dibeli oleh masyarakat.

Pada akhirnya, sebelum anda berinvestasi properti, cobalah untuk mempertimbangkan beberapa hal. Berinvestasi properti membutuhkan dana yang tidak sedikit, maka tidak ada salahnya jika anda melakukan beberapa penelitian terlebih dahulu. Jangan sampai anda terjebak dalam kondisi kekurangan dana karena dana anda “nyangkut” di properti yang sudah anda beli.

Selamat berinvestasi di properti!

Avian Dwiputra | @sayaAvi
COO & Senior Advisor Ardana Consulting

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com