Perlukah Kartu Kredit?

kartu kreditSuatu hari saat sedang mengantri di ATM Center yang antriannya cukup panjang, tiba-tiba ada orang sales yang menawarkan Kartu Kredit. “Cukup dengan Fotokopi KTP, dokumen lainnya bisa menyusul”, kata sang sales kartu kredit. Beragam promo ditawarkan oleh sales. Jika saat ini belum punya dan tergiur untuk memiliki kartu kredit, coba pertimbangkan beberapa hal berikut:

  1. Kartu Kredit adalah kartu hutang, jadi tagihan kita dibayarkan bank terlebih dahulu baru kemudian kita yang membayar kepada bank di waktu yang ditentukan.
  2. Kartu Kredit bukan pendapatan tambahan. Pakai kartu kredit itu bukan pendapatan tambahan, gak bisa asal gesek aja. Nanti tagihannya harus dibayar.
  3. Kartu Kredit bukan untuk keperluan darurat. Kalau keperluan darurat tentunya menggunakan dana darurat yang dipersiapkan. Hati-hati jangan sampai hal gak darurat jadi didaruratkan dan akhirnya bayar pakai kartu kredit dan akhirnya melebihi batas kemampuan membayar dan hutangnya gak lunas-lunas.
  4. Kartu Kredit bunganya tinggi, jadi jangan sampai terlambat membayar tagihan. Boleh gesek asal bisa bayar sesuai kemampuan. Bunga Kartu kredit 2,95% per bulan dan jika disetahunkan menjadi 35.4%. Bunga yang sangat besar.
  5. Perhitungan bunga bukan dari sisa tagihan tapi dari total semua tagihan termasuk yang sudah dibayarkan. Misalnya berbelanja Rp 5.000.000,- dan melakukan pembayaran Rp 3.000.000. Sisa tagihan masih ada Rp 2.000.000, maka bunga yang dikenakan dari total tagihan Rp 5.000.000 bukan dari sisa tagihan Rp 2.000.000.

Setelah mengetahui hal-hal itu apakah masih merasa ingin membuka kartu kredit? Jika masih merasa ingin punya kartu kredit, mari pilih kartu kredit yang paling bermanfaat bagi Anda.

User Rating: 5.0 (2 votes)
Sending