Perkenalan Futures – part 1

Belakangan ini cukup ramai pembicaraan mengenai investasi berjangka (futures). Saya yakin anda sudah pernah dengar mengenai Futures, namun apakah tahu apa yang dimaksud dengan Futures? Karena untuk menjelaskan seluk beluk Futures cukup panjang, saya akan bagi penjelasannya menjadi dua bagian. Bagian pertama ini akan menjelaskan apa dan kenapa ada Futures.

 

Kalau kita melihat, produk keuangan dan investasi terbagi menjadi beberapa jenis.

  1. Yang pertama adalah investasi langsung. Investasi ini kita lakukan langsung ke suatu wahana investasi seperti berbisnis, membeli properti (rumah, apartement, ruko, kios dll), membeli emas logam mulia dan lain sebagainya.
  2. Yang kedua adalah investasi di produk keuangan (paperbased). Investasi jenis ini contohnya adalah saham, obligasi dan lain sebagainya.
  3. Terakhir adalah investasi alternatif. Investasi alternatif dibagi menjadi 2, yaitu berbasis produk langsung dan berbasis produk keuangan. Investasi berbasis produk langsung contohnya adalah lukisan, barang antik, wine dan lain sebagainya. Sementara itu produk alternatif berbasis produk keuangan contohnya adalah option dan transaksi futures.

 

Futures termasuk salah satu diantara banyak instrumen keuangan dan transaksi yang akhir-akhir ini ramai dikembangkan dan dipasarkan di Indonesia. Pertama kali dikembangkan di Chicago, USA sekitar tahun 1970-an kemudian menyebar ke Eropa dan ke negara di seluruh dunia.

 

Transaksi Futures termasuk investasi dengan resiko relatif tinggi dan disebut produk turunan/ derivatif, sebab nilainya berasal dari nilai pokok atau nilai dasar instrumen keuangan. Seperti dijelaskan di awal, Futures dapat dijumpai baik pada pasar uang, pasar komoditas maupun pasar modal. Bagaimana sih cerita awalnya ada transaksi derivatif? Transaksi derivatif disebabkan karena adanya masing-masing pihak yang berkepentingan untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa yang akan datang. Adanya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat dikuasai akan memiliki kemungkinan menyebabkan kerugian baik bagi investor maupun debitur. Contohnya, baik para investor maupun manajer tidak dapat memprediksi tingkat bunga dan perubahan harga – harga sekuritas dengan tepat. Salah satu cara untuk menghindari tingkat resiko tersebut adalah dengan mengadakan kontrak future, yaitu perjanjian/kontrak untuk membeli sebuah aset di masa yang akan datang dengan harga yang disepakati.

 

Pada awal mulanya, instrumen ini dimaksudkan untuk melindungi para investor maupun para manajer untuk menghindari tingkat resiko bunga dan perubahan harga sekuritas. Adanya kebutuhan terhadap antisipasi resiko bisnis semacam itu menimbulkan bisnis yang secara spesifik memberikan atau melayani jasa kontrak future.

 

Mudah-mudahan penjelasan ini membuat pembaca menjadi semakin paham mengenai apa yang disebut dengan Futures. Selanjutnya saya akan mencoba menjelaskan lebih lanjut mengenai Futures, istilah-istilah, dan berbagai resikonya.

 

Fachmi Jaidi
Trader, Practitioners, Educator and Investment Advisor
http://twitter.com/fachmijaidi