Perkenalan Futures – part 2

Tulisan saya terakhir menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan Futures. Jika anda melewatkan tulisan tersebut, silahkan dibaca terlebih dahulu di sini sebelum melanjutkan :)

 

Harga futures ditentukan berdasarkan persetujuan saat jatuh tempo. Ada dua posisi transaksi, yaitu Long Position (setuju untuk membeli) dan Short Position (setuju untuk menjual). Spot adalah harga pasar (harga jual dan harga beli) pada saat jatuh tempo. Dengan demikian, trader mendapatkan keuntungan atau profit pada saat jatuh tempo jika:

  • Trader mengambil Long Position dan Harga Spot > Long Position, atau
  • Trader mengambil Short Position dan Harga Spot < Short Position

 

Dengan demikian, pasar sedang naik atau turun, trader futures selalu memiliki peluang untuk untung, dan tentunya mengalami kerugian, tergantung posisi yang diambil.

 

Berbeda dengan investasi pada produk saham yang bisa dilakukan dalam jangka pendek (daily transaction) ataupun jangka panjang (long term investment), karena pergerakan intrumen yang cukup cepat maka transaksi future lebih cocok untuk dipergunakan sebagai transaksi jangka pendek. Dalam hal ini karena future bersifat jangka pendek sehingga ada strategi trading yang lebih cenderung ke arah perkiraan yaitu dimana penempatan posisi Long apabila percaya bahwa harga akan naik dan posisi Short apabila percaya bahwa harga akan turun. Hal ini biasanya dilakukan oleh pembeli dan penjual untuk menghindari fluktuasi harga pasar.

 

Dalam Perencanaan Keuangan, produk future sangat cocok untuk investor yang sudah masuk kategori advance dan mengerti akan resiko investasi, diluar dari dana investasi reguler mereka. Oleh sebab itu, sebelum bertransaksi pada produk future pastikan bahwa kondisi keuangan kita sudah stabil, memiliki cukup dana darurat, sudah melakukan investasi lain, dan yang paling terpenting adalah dana yang dipersiapkan untuk transaksi di future adalah dana menganggur yang tidak akan dipakai. Sehingga apabila terjadi resiko kita kehilangan dana tersebut tidak menyebabkan masalah berkepanjangan pada keuangan kita dan keluarga kita.

 

Setiap investasi pasti memiliki resiko, namun pelajari dan pilihlah investasi yang resikonya sesuai dengan profil resiko kita (konservatif, moderate, atau agresif) dan disesuaikan dengan jangka waktu tujuan keuangan yang ingin dicapai, dimana kita bisa mengetahui expected return/return yang diharapkan yang biasanya diambil dari history performance/hasil dimasa lalu dimana investasi tersebut telah memberikan hasil yang nyata. Investasi yang baik adalah yang dilakukan dengan terencana dan dilakukan secara rutin selama jangka waktu yang telah direncanakan, dengan jumlah yang sudah diperhitungkan.

 

Fachmi Jaidi
Trader, Practitioners, Educator and Investment Advisor
http://twitter.com/fachmijaidi