Penjelasan Sederhana Tentang Reksa Dana untuk Pemula

investor-happy-thumbs-up

Dunia investasi kini semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, kebanyakan di antaranya memilih emas atau properti untuk digunakan sebagai investasi. Berinvestasi dengan menggunakan emas, apalagi properti, jelas harus memiliki modal yang cukup besar.

Namun ada salah satu instumen investasi yang tidak memerlukan modal yang cukup besat untuk mulai di coba. Investasi tersebut adalah reksadana. Hanya dengan biaya minimal Rp100.000,- Anda sudah bisa melakukan investasi.

Lalu apa itu reksadana dan bagaimana cara menyiapkan diri sebelum berinvestasi? Berikut penjelasan sederhana yang telah kami coba susun.

Menurut Wikipedia, reksadana merupakan wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Sedangkan menurut UU No 8 Th 1995 Pasal 1 angka 27 tentang Pasar Modal, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Anda dapat membeli unit penyertaan reksadana melalui Manager Investasi (MI) langsung dan Agen Penjual Reksa Dana (APERD) secara online atau mengunjungi perusahaan tersebut. Yang termasuk dalam APERD antara lain seperti: Bank, perusahaan sekuritas, asuransi, pembiayaan, dan pegadaian. Asalkan, lembaga perusahaan keuangan tersebut sudah berada dalam naungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perbedaan reksadana dengan investasi lainnya adalah adanya peran manager investasi sebagai pengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain mengelola, tugas seorang manager investasi juga menentukan saham, obligasi, deposito, atau surat berharga mana sajakah yang akan dibeli. Kemudian, MI akan menghitung dan melaporkan nilai investasi reksadana ke investor setiap harinya. Oleh karena itu, saat mencari MI, Anda harus memilih secara teliti, ketahui MI yang terpercaya dari track record-nya.

Setelah memilih MI, saatnya Anda menentukan jenis atau produk reksadana. Yang perlu diperhatikan saat memilih jenis atau produk reksadana adalah tujuan dari investasi, lamanya waktu investasi, dan sanggupkah Anda menerima risiko dari investasi khususnya reksadana?

Untuk mengetahui jenis atau produk yang sesuai dengan kebutuhan, Anda dapat menggunakan simulasi reksadana, yang biasanya disediakan oleh penyedia laynaan investasi. Jenis-jenis reksadana sebenarnya cukup banyak. Namun, jenis reksadana terbuka adalah yang paling populer, di antaranya: reksadana waham, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan reksadana campuran.

Reksadana saham mengalokasikan dana hampir 80% ke saham dan memiliki bunga paling tinggi per tahunnya dibandingkan reksadana lainnya sebesar 15%. Begitupun dengan risiko yang ditanggungnya menempati posisi paling tinggi. Jangka waktu reksadana saham di atas 5 tahun.

Bunga pertahun yang cukup besar dari reksadana lain setelah reksadana saham adalah reksadana campuran yaitu 12%, karena menanamkan dananya di berbagai macam sektor termasuk saham, risiko yang ditanggungnya pun cukup tinggi namun lebih rendah dibandingkan reksadana saham. Reksadana campuran cocok bagi Anda yang memiliki jangka waktu investasi di atas 3 tahun. Bagi Anda yang membutuhkan investasi antara 1 sampai dengan 3 tahun, bisa memilihreksadana pendapatan tetap yang mengalokasikan 80% ke obligasi. Sedangkan untuk bunga per tahunnya adalah 8%. Sedangkan investasi kurang dari 1 tahun, dengan bunga 5% pertahun Anda bisa memilih reksadana pasar uang, yang investasinya dialokasikan untuk deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan Obligasi

Sebelum memilih berinvestasi termasuk reksadana, sebaiknya pastikan bahwa kondisi keuangan Anda sehat. Selain itu Anda juga bisa membandingkan berbagai perusahaan penerbit reksadana untuk mendapatkan informasi yang lengkap sebelum memutuskan untuk berinvestasi.