Anda tentu tidak asing dengan pribahasa “lebih besar pasak daripada tiang”, yaitu saat pengeluaran lebih besar dari pemasukan maka terjadi defisit. Defisit sebenarnya merupakan persoalan yang bisa menimpa siapa saja. Sebagai jalan keluar yang paling mudah orang biasanya mengandalkan utang untuk menutup kekurangan itu. Tetapi kalau defisit terus menerus maka tujuan keuangan kita tanpa kita sadari adalah terjerat utang yang semakin menumpuk. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi. Karena itu Anda perlu menata arus keuangan (pendapatan dan pengeluaran) dengan benar. 

 

Hanya ada dua cara untuk menghindari defisit dan mencapai surplus sehingga Anda bisa  mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Cara yang pertama adalah dengan meningkatkan pendapatan. Kalau dengan cara pertama belum bisa maka dengan cara kedua adalah dengan menekan pengeluaran. Yang harus selalu Anda ingat, pengeluaran bukan hanya untuk membayar biaya hidup hari ini saja, tapi juga untuk membayar biaya hidup di masa yang akan datang. Anda harus mulai sadar sejak sekarang bahwa kebutuhan hidup dimasa mendatang sangatlah mahal, karena adanya inflasi.

 

Pengeluaran yang tidak tercatat ini yang dapat menjadi sumber defisit. Dengan melakukan pencatatan, Anda bisa mendeteksi apa yang disebut dengan istilah bocor halus. Yang dimaksud dengan bocor halus adalah pengeluaran kecil tetapi rutin dan bisa membahayakan keuangan Anda atau keluarga. Misalnya pengeluaran untuk transportasi seperti bensin, tol dan parkir. Sumbangan pernikahan juga bisa menjadi pengeluaran bocor halus.

 

Dalam menata anggaran sebaiknya Anda harus terlebih dahulu membuat prioritas antara kewajiban, kebutuhan dan keinginan. Anda harus menyadari tujuan dan manfaat pengeluaran tersebut. Kalau memang dibutuhkan, ketahui apakah pendanaan mencukupi dan apa resiko terhadap keuangan Anda. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sangatlah tipis :)

 

Pencatatan pengeluaran saja tentu tidak cukup untuk menekan pengeluaran. Supaya terhindar dari defisit, Anda perlu menyusun anggaran. Dengan menyusun anggaran kita bisa memiliki kendali terhadap pengeluaran. Anggaran pun harus dibuat berdasarkan pos – pos pengeluaran. Anda sudah memanfaatkan fitur Anggaran di NgaturDuit.com? Di situ Anda bisa mengatur pos-pos pengeluaran. Jika pengeluaran sudah mendekati atau bahkan melewati pos anggaran, maka Anda akan diingatkan melalui email. Membantu bukan? :)

 

Berapa porsi atau nilai yang pas untuk setiap pos anggaran pengeluaran ? Tidak ada ukuran yang pas untuk semua orang. Masing – masing individu pasti mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Besarnya pos pengeluaran juga tergantung pada sumber pendapatan dan tanggungan keluarga. Meski begitu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pos untuk cicilan hutang misalnya tidak boleh lebih dari 30% dari pengeluaran kita. Kemudian Anda perlu menganggarkan pos investasi untuk biaya masa depan, jika memungkinkan, minimal sebesar 10%  dari total pengeluaran. Pos investasi ini bisa terdiri dari tabungan, reksadana, saham, emas, dll.

 

Segala cara dapat Anda lakukan untuk menekan pengeluaran. Dari mulai membiasakan hidup hemat, menghilangkan sifat boros, dan berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Yang penting pengeluaran harus diatur bukan hanya untuk menghindari defisit saja namun juga menghasilkan surplus demi tercapainya tujuan keuangan Anda. Jadi rencanakan sejak dini, nikmati hari ini dengan selalu menyisihkan dana untuk masa depan.

 

Dengan hormat,

 

Tim NgaturDuit.com

email: contact@ngaturduit.com

twitter: http://twitter.com/ngaturduit

 

Disclaimer:

Segala opini, kesimpulan dan informasi lain yang terdapat di dalam tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan belum tentu mewakili pendapat atau pandangan NgaturDuit.com

 

Isi dari tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai saran untuk membeli atau menjual produk keuangan mana pun. Semua transaksi yang dilakukan merupakan tanggung jawab masing-masing.