Pengaruh The Fed Terhadap Perekonomian Indonesia

????????????????????????????????????????

The Fed memutuskan untuk menahan suku bunganya di 0%. Hal ini otomatis, membuat Rupiah melemah. Belum lagi ditambah ketidak pastian ekonomi China, ekonomi dalam negeri, dan tentu berapa lama the Fed akan menahan bunga 0% ini.

Buat para pelaku usaha, mungkin sudah mulai mengantisipasi dengan mengurangi impor, menaikan harga, atau menaikan ekspor. Pertanyaan muncul, buat kita sebagai pelaku ekonomi kecil dan masyarakat awam, apa yang bisa dan perlu kita lakukan dalam menghadapi pelambatan ekonomi ini?

Belajar dari pelaku usaha, kita bisa mengurangi belanja yang tidak perlu apalagi belanja impor, dan menambah pemasukan. Bicara soal pemasukan, tidak harus melulu dengan berusaha. Pemasukan bisa dari investasi. Apa saja investasi yang menarik untuk kita intip dikondisi seperti sekarang?

  1. Emas

Kalau kita lihat di media masa, ada yang unik pada kondisi ekonomi Indonesia yang melambat ini. Sementara harga emas dunia turun, harga emas Antam malah terbalik, menguat. Maka, bisa jadi peluang investasi kita yang awam, dengan membeli emas beberapa gram kan? Belum tentu! Emas dalam negeri juga dipengaruhi oleh nilai kurs Rp vs USD. Artinya Anda juga harus memperhatikan pergerakan Rupiah.

  1. ORI

Selain emas, pemerintah di bulan Oktober akan mengeluarkan ORI (Obligasi Ritel Indonesia), dengan bunga yang jauh lebih tinggi dari bunga deposito, yaitu 9%, dan jatuh tempo hingga Oktober 2018. Karena pemerintah yang mengeluarkan, maka jaminan keamanan uang kita lebih tinggi dibanding swasta. Kita bisa anggap menabung hingga 3 tahun ke depan.

Yang menarik dari ORI, ini bisa dijadikan jaminan ke pihak perbankan, kalau kita tiba-tiba mendesak memerlukan dana. Perbankan akan dengan senang hati memberikan kredit, karena ORI jelas ditanggung pemerintah, sehingga lebih aman.

  1. Reksadana

Banyak orang yang mikir-mikir masuk reksadana di saat seperti sekarang ini, karena merasa kuatir akan jatuh dikemudian hari. Tapi, sebagai investor awam, kita tidak perlu terlalu kuatir akan hal tersebut, karena kita bisa anggap menabung disaat kondisi harga murah, bagaimana kalau turun lagi dikemudian hari? Kita bisa masuk lagi, jadi kalau kita punya dana misal 10juta, agar kita tidak terlalu kuatir, kita bisa masuk ke reksadana secara bertahap sambil melihat kondisi. Kuncinya tetap, “jangan terburu-buru.”

Kalau kita tetap kuatir, mungkin kita bisa pilih masuk reksadana yang pasar uang jangan yang saham, hanya saja, kalau pasar uang mungkin kita tidak akan berharap mendapat bunga yang tinggi dibanding yang saham.

  1. Kombinasi 3 di atas

Cara investasi terakhir, bisa dengan kombinasi dari 3 di atas. Misal, kita bisa kombinasikan antara ORI dengan emas atau ORI dengan reksadana, artinya bunga ORI yang kita terima per bulannya kita belikan emas atau reksadana.

Atau, opsi terakhir, bisa kita jamin kan ORI dan emas kita untuk mendapat kredit untuk buka usaha. Opsi terakhir ini tetap perlu diperhitungkan bunganya dan return usaha kita, kalau bunga kredit bisa ditutup dari bunga ORI ditambah return usaha, kenapa tidak?

Apakah sudah siap berinvestasi di kondisi bergejolak ini? “Dalam setiap gejolak terkandung peluang, dan dalam setiap peluang, risiko akan mengekor dibelakangnya.”

Bagi yang ingin share pengalaman investasi, silahkan berbagi di sini…