Pemeran Pada Transaksi Saham

Dalam bertransaksi saham ada 7 pihak yang berperan. Cukup banyak bukan? Siapa saja mereka?

1. Investor

Investor adalah individu atau perusahaan yang melakukan kegitan transkasi saham untuk tujuan invetasi maupun tujuan lain. Transaksi yang dimaksudkan bisa transaksi jual maupun beli. Investor yang ingin membeli saham ke perusahaan efek atau yang lebih dikenal dengan sekuritas, dengan minimal pembelian 1 lot atau 100 lembar saham.

2. Perusahaan Efek

Perusahaan Efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha dan memiliki izin Otoritas Jasa Keuangan sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan atau Manajer Investasi (MI). Perusahaan Efek wajib memperoleh izin usaha dari OJK (dahulu Bapepam-LK).

Perusahaan Efek dapat melakukan kegiatan usaha sebagai :
• Perantara Pedagang Efek (PPE), atau yang sering disebut sebagai broker-dealer,
• Penjamin Emisi Efek (PEE), atau yang sering disebut sebagai underwriter,
• Manajer Investasi (MI), atau yang sering disebut sebagai fund manager /Investment company

Suatu Perusahaan Efek dapat melakukan salah satu kegiatan usaha dari ketiga kegiatan tersebut, namun dapat juga melakukan beberapa atau bahkan ketiga kegiatan usaha tersebut. Hal tersebut tergantung dari kemampuan permodalan dan kesiapan sumber dayanya.

Salah satu kegiatan usaha dari perusahaan efek adalah perantara perdagangan efek (saham). Sebagai perantara pembelian efek maka perusahaan efek memungut biaya pembelian dan penjualan dari setiap transaksi saham. Besaran biayanya beragam di masing-masing perusahaan efek.

3. BEI (Bursa Efek Indonesia)

Bursa Efek Indonesia adalah fasilitatot dan tempat bagi para pelaku pasar untuk melakukan transaksi efek baik penjualan dan pembelian.

• Pada 22 Mei 1995 diperkenalkan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya.

• Pada Juli 2000 sistem perdagangan tanpa warkat diperkenalkan pertama kali di pasar modal Indonesia, dilanjutkan pada 28 Maret 2002 sebagian anggota bursa dapat melakukan transaksi di kantor masing-masing.

• 02 Maret 2009 diperkenalkan sistem sistem baru bernama JATS-NextG dan akhirnya pada 1 September 2010 lantai bursa ditiadakan. Sehingga semua transaksi sudah tanpa warkat (scriptless)

4. KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia) sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) didirikan berdasarkan Undang – Undang Pasar Modal Indonesia tahun 1995 untuk menyediakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar dan efisien. KPEI didirikan sebagai perseroan terbatas berdasarkan akte pendirian No. 8 tanggal 5 Agustus 1996 di Jakarta oleh PT Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan 100% dari total saham pendiri senilai Rp 15 miliar. KPEI memperoleh status sebagai badan hukum pada tanggal 24 September 1996 dengan pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia. Dua tahun kemudian, tepatnya tanggal 1 Juni 1998, Perseroan mendapat izin usaha sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan berdasarkan Surat Keputusan Bapepam No. Kep-26/PM/1998.

PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merupakan Self Regulatory Organization (SRO) yang turut berperan menentukan arah perkembangan pasar modal Indonesia. Sebagai Central Counterparty (CCP), KPEI menyediakan layanan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Kehadiran KPEI sebagai CCP diperlukan untuk lebih meningkatkan efisiensi dan kepastian dalam penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia.

Proses kliring yang dilakukan KPEI dimaksudkan agar setiap Anggota Kliring (AK) mengetahui hak dan kewajiban baik berupa efek maupun dana yang harus diselesaikan pada tanggal penyelesaian. Sebagai CCP, KPEI menjadi satu-satunya penjual untuk setiap pembeli dan satu-satunya pembeli untuk setiap penjual dalam setiap penyelesaian transaksi atas instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa. Hal ini dimungkinkan karena KPEI melakukan proses kliring secara netting dengan inovasi.
Jadi, KPEI bertugas menyediakan layanan jasa kliring dan penjaminn penyelesaian transaksi

5. KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia, yang didirikan di Jakarta, pada tanggal 23 Desember 1997 dan memperoleh izin operasional pada tanggal 11 November 1998. Dalam kelembagaan pasar modal Indonesia, KSEI merupakan salah satu dari Self Regulatory Organization (SRO), selain Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Lembaga Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Berdasarkan ketentuan Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, KSEI menjalankan fungsinya sebagai LPP di pasar modal Indonesia dengan menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien.

KSEI mulai menjalankan kegiatan operasional pada tanggal 9 Januari 1998, yaitu kegiatan penyelesaian transaksi Efek dengan warkat dengan mengambil alih fungsi sejenis dari PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI) yang sebelumnya merupakan Lembaga Kliring Penyimpanan dan Penyelesaian (LKPP). Selanjutnya sejak 17 Juli 2000, KSEI bersama BEI (sebelumnya Bursa Efek Jakarta) dan KPEI mengimplementasikan perdagangan dan penyelesaian saham tanpa warkat (scripless trading) di pasar modal Indonesia. Saham KSEI dimiliki oleh para pemakai jasanya, yaitu: SRO (BEI dan KPEI), Bank Kustodian, Perusahaan Efek, dan Biro Administrasi Efek (BAE).
Jadi tuga dari KSEI adalah menyediakan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien.

6. Bank Kustodian
Bank kustodian adalah bank yang memiliki ijin usaha kustodian yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan milik individu dan perusahaan. Sebagai tempat penitipan kolektif dan dari aset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan.

7. Emiten
Emiten adalah perusahaan yang melakukan emisi ( menjual saham atau obligasi) kepada masyarakat umum.

User Rating: 0.0 (0 votes)
Sending