Sejarah Kenaikan BBM dan Efeknya

Outlook Saham Mingguan  10 – 14 November 2014

Empat kenaikan BBM yang cukup banyak terjadi pada pemerintahan SBY sebesar 3 kali ( 1 Oktober 2005 dari Rp2.400 ke Rp.4.500, 23 Mei 2008, Rp.4.500 ke 6.000, Juni 22 2012, dari Rp.4.500 ke 6.500), Gus dur sekali ( 1 Oktober 2000, Rp.500 ke 1.100) dan Pak Harto sekali saja ( 5 Mei 98 dari Rp.500 ke 700).

Hanya sekali saja terjadi kerusuhan setelah kenaikan BBM yaitu 14 Mei 1998 namun hal itu terjadi bukan karena akibat inflasi kenaikan BBM semata.

Koreksi pasar dari 2005 akibat inflasi murni efek kenaikan BBM terjadi 2-3 minggu setelah kejadian, tidak lebih dari 5%, namun sebelumya IHSG selalu naik 5-7%, kalau tahun 2000 dan 1998 lebih parah karena situasi IHSG dalam medium to long term downtrend.

Pada dasarnya IHSG selalu naik awal bulan di saat bulan kenaikan BBM terjadi  kecuali di Mei 2008 dan turun lagi ke start rally pada akhir bulan

 

Stock pick mingguan dapat diakses melalui aplikasi IDX Watch. Download IDX Watch di:

idx-watch

 

(Disclaimer on) Investasi di pasar modal adalah hal yang beresiko dan dapat mengakibatkan kerugian material. Tulisan ini hanya  bertujuan hanya sekedar memberikan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai ajakan atau penawaran untuk membeli dan/atau menjual efek atau instrumen keuangan lainnya. Setiap keputusan investasi yang di ambil merupakan tanggung jawab sepenuhnya investor

 

Senior Research PT. HD Capital Tbk

 

[ Tips : Akses Online Trading Platform secara gratis dengan mengakses "menu investasi" di www.ngaturduit.com ]

 

 

 

Tags: