Outlook Ekonomi Mingguan : 30 Desember 2013 – 03 Januari 2014

International

Jelang akhir tahun, sentimen minat terhadap resiko masuk ke pasar keuangan. Ini bisa dilihat dari indeks-indeks saham, komoditas dan sebagian mata uang utama dunia yang ditutup menguat pekan lalu. Menguatnya sentimen risk appetite ini disebabkan oleh prospek ekonomi dunia terutama AS dan negara maju lainnya yang akan menunjukkan kemajuan di tahun 2014. Sebagian pelaku pasar mencoba mengambil peluang di akhir tahun dengan meningkatnya sentimen tersebut.

Pekan ini beberapa data indeks manufaktur akan menjadi market mover. Meski libur tahun baru di depan mata, data penting masih akan muncul pekan ini. Di antaranya data indeks PMI manufaktur dari China, AS, Inggris dan beberapa negara zona euro. Kondisi manufaktur merupakan salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara. Manufaktur menyumbang lapangan pekerjaan dan pendapatan bagi negara. Aktivitas manufaktur di China, AS, Inggris dan Italia diperkirakan masih solid, masih di atas angka 50 sementara di Spanyol masih tertekan, di bawah angka 50. Kondisi manufaktur yang bagus tentu akan mengundang sentimen minat terhadap resiko untuk masuk ke pasar keuangan.

Yen menembus level 105 yen per dollar AS. Level ini belum pernah tercapai sejak Oktober 2008. Pelemahan yen ini didukung oleh perbedaan potensi arah kebijakan moneter Bank Sentral Jepang (BOJ) dengan Bank Sentral AS (Fed) di tahun 2014. BOJ masih akan lebih agresif melonggarakan kebijakan moneternya sementara Fed sudah memulai tahap pengetatan. BOJ diperkirakan masih akan menggelontorkan stimulus atau paling tidak mempertahankan jumlahnya untuk membantu pemerintah Jepang mengurangi dampak negatif dari penerapan kebijakan penaikan pajak penjualan sebesar 8% pada April 2014 nanti. Pemberlakuan kenaikan pajak ini juga untuk memperbaiki profil hutang Jepang.

Dollar Australia masih tertekan terhadap dollar AS. Di tengah menguatnya mata uang utama dunia terhadap dollar AS, aussie justru tertekan. Pelamahan ini juga disebabkan oleh outlook kebijakan moneter bank sentral. Bank Sentral Australia (RBA) masih menganggap nilai tukar aussie masih terlalu tinggi dan tidak bagus untuk perekonomian Australia. Ini membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga lagi di tahun 2014. AUDUSD telah mengalami penutupan turun mingguan selama 10 pekan terakhir.

Euro bertahan di level tinggi terhadap dollar AS. Salah satu penopangnya adalah komentar Mario Draghi, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), yang mengatakan bahwa dia belum melihat perlunya memangkas suku bunga lagi karena tidak ada sinyal deflasi di zona euro. Draghi juga mengatakan bahwa meskipun krisis belum sepenuhnya teratasi di zona euro, tapi telah terlihat tanda-tanda pemulihan ekonomi, berkurangnya defisit neraca perdagangan dan anggaran di beberapa negara zona euro. Resiko gelembung aset dan properti di beberapa negara juga terbatas. EURUSD menembus level tertinggi selama 2 tahun pada pekan lalu.

Emas tertopang oleh pembelian fisik, minyak mentah oleh permintaan tinggi di musim dingin. Menjelang akhir tahun, emas berhasil rebound dan tertahan penurunannya berkat pembelian fisik yang menopang harga seperti yang terlihat di pasar emas Hong Kong. Namun demikian, sebagian analis berpendapat pembelian fisik ini tidak akan mampu menahan pelemahan harga emas yang akan berlanjut di kuartal pertama 2014. Penjualan kepemilikan emas ETF bakal terus berlangsung di 2014 yang bisa menekan harga emas. Sementara harga minyak mentah WTI telah menembus kembali level $100 per barel berkat turunnya stok minyak mentah AS selama 4 pekan terakhir. Tingginya permintaan BBM di musim dingin juga membantu kenaikan harga minyak di akhir tahun ini.

Komoditas

Emas – XAU/USD masih tertekan di bawah 1224. Tekanan turun ini berpotensi mendorong harga kembali ke area 1200. Namun pergerakan akhir tahun ini juga tidak bisa lepas dari sinyal rebound. Sinyal rebound ini bisa menjaga harga tetap di atas area 1200. Harga bisa kembali melanjutkan penguatannya bila harga berhasil melampaui 1224 dengan proyeksi target di kisaran 1236.

Minyak mentah WTI perlu atasi $100.70. Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat menyediakan tenaga kenaikan untuk minyak. Namun, minyak perlu catatkan level penutupan harian di atas MA 200 harian ($100.70) untuk lanjutkan momentum rally dan hindari aksi profit-taking. Posisi long masih sesuai selama minyak berada di atas support $98.50 dengan potensi kenaikan $104.40. Sementara bila minyak stabil di bawah support $98.50 maka ada potensi pergerakan menuju $96.15

Mata Uang

EUR/USD terlihat bullish. Kemampuan EUR/USD untuk menyentuh 1.3890 pada hari Jumat isyaratkan masih adanya sentimen bullish seiring euro berada di dalam bullish channel dan di atas MA 50-100-200 harian. Posisi long lebih sesuai selama berada di atas support 1.3620 dengan potensi kenaikan 1.4000. Sementara bila harga stabil di bawah support 1.3620 maka euro berpotensi menguji 1.3470.

GBP/USD di dalam ascending triangle. Kemampuan GBP/USD menyentuh 1.6575 pada hari Jumat sinyalkan adanya tekanan bullish seiring sterling masih berada di atas MA 50-100-200 harian. Namun, sterling kini terperangkap di dalam ascending triangle yang dapat isyaratkan pergerakan sideways untuk sementara waktu. Posisi long masih sesuai selama GBP/USD berada di atas support 1.6315 dengan potensi kenaikan hingga 1.6615. Sementara bila harga stabil di bawah support 1.6315 maka sterling berpotensi menuju 1.6215.

USD/JPY dapat melanjutkan pelemahan. Pada grafik harian, naiknya indikator MACD, yen yang berada di dalam bullish channel dan di atas MA 50-100-200 harian dapat sinyalkan potensi berlanjutnya pelemahan. Namun waspadai aksi profit-taking ketika yen mendekati MA 200 bulanan (107.30) mengingat indikator Stochastic di time frame harian-mingguan-bulanan berada di area overbought. Posisi long lebih sesuai selama berada di atas support 103.75 dengan potensi kenaikan 107.30. Sementara bila harga stabil di bawah support 103.75 maka yen berpotensi menguji 101.60.

USD/CHF di dalam descending triangle. Kemampuan USD/CHF untuk menyentuh 0.8800 pada hari Jumat menegaskan sentimen bearish seiring franc berada di bawah MA 50-100-200 harian. Namun, kesulitan franc untuk mencatatkan level penutupan harian di bawah 0.8830 menegaskan pola descending triangle yang akan coba membatasi ruang pergerakan franc untuk sementara waktu. Posisi short lebih sesuai selama berada di bawah resisten 0.9020 dengan potensi penurunan 0.8600. Sementara bila harga stabil di atas resisten 0.9020 maka franc berpotensi menguji 0.9250.

AUD/USD tetap bearish. Sentimen masih bearish seiring aussie masih diperdagangkan di dalam channel bearish, dan di bawah MA 50-100-200 harian. Kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas atas bearish channel (0.9000). Posisi short masih sesuai selama berada di bawah resisten 0.9000 dengan potensi penurunan hingga 0.8500. Sementara bila harga stabil di atas resisten 0.9000 maka aussie berpotensi menuju 0.9165.

Fachmi Jaidi
Trader, Practitioners, Educator and Investment Advisor
Twitter: @fachmijaidi
Monex TCT
The City Tower Building, 29th Floor
Jl. M.H. Thamrin No. 81

Untuk mencoba virtual account, login ke http://www.ngaturduit.com dan akses menu Investasi > FX & Commodity