Mau Investasi? Mulai dari Mana? – Bagian II

investasi

Setelah kita membahas investasi “pasif”, sekarang kita meningkat ke investasi “moderat.” Investasi ini dikatakan “moderat” karena imbal hasilnya akan terlihat dalam 1-2 tahun dan resiko moderat(tingkat fluktuasi harga moderat).

  1. SUN/Obligasi

SUN (Surat Utang Negara) merupakan salah satu jenis efek yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk membiayai defisit APBN serta menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran. Dan, imbal hasilnya berupa bunga.

Karena yang menjamin adalah pemerintah, maka SUN dirasa lebih aman untuk dijadikan sarana investasi kita. Contoh SUN yang belakangan ini sering pemerintah keluarkan adalah ORI (Obligasi Ritel Indonesia), yang memiliki tenor 1 tahun dengan bunga lebih tinggi dari bunga deposito tahun berjalan.

Selain SUN, kita juga dapat berinvestasi di obligasi swasta. Efek ini dikeluarkan oleh perusahaan swasta dengan tujuan untuk membiayai hutang mereka. Hanya saja, karena yang mengeluarkan pihak swasta, maka kemungkinan gagal bayar lebih besar dibanding pemerintah. Tetapi karena yang mengeluarkan pihak swasta, maka bunga yang diberikan pun dapat lebih besar dari bunga deposito tahun berjalan.

SUN/Obligasi sebenarnya dapat kita jadikan acuan sebuah negara atau sebuah perusahaan dalam kondisi sehat dan memiliki keinginan baik untuk menyelesaikan hutang-hutangnya. Maka, biasanya ketika suatu negara mengeluarkan SUN bisa berakibat positif bagi mata uangnya, begitu pula dengan perusahaan yang menerbitkan obligasi, biasanya akan berpengaruh baik pada nilai sahamnya.

  1. Saham

Banyak penulis atau pakar investasi memasukan saham ke dalam jenis investasi “aktif” karena memang lebih “aktif” dibandingkan dengan obligasi.

Baca juga: cara memilih sekuritas

Tapi khusus di artikel ini, kami memasukan saham ke dalam jenis investasi  moderat, karena yang dimaksud di artikel ini dengan saham, bukan bertransaksi saham secara harian, tapi membeli saham suatu perusahaan dengan tujuan untuk diinvestasikan secara jangka menengah.

Saham, pada dasarnya adalah hak kepemilikan, jadi dengan membeli saham, kita menjadi pemilik perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Kalau obligasi dan saham sama-sama digunakan perusahaan untuk membiayai bisnis, baik itu untuk ekspansi atau untuk peningkatan kinerja.

Meskipun bisa memiliki imbal hasil yang jauh lebih tinggi dari deposito, terutama saham, seperti yang selalu kami dengungkan ke calon investor, edukasi adalah kunci. Investor harus pahami instrumen investasi dan cara memanfaatkannya dengan benar.

Untuk selanjutnya kita akan mempelajari produk deriativ

Baca juga: perjalanan salah satu member NgaturDuit menjadi investor saham

 

Pada seri terakhir, kita akan bahas produk investasi yang “aktif”, yaitu derivatif.

Jika ada yang punya pengalaman dalam berinvestasi obligasi dan saham, mohon share di bawah…