Outlook Ekonomi Mingguan: 09-13 Desember 2013

Internasional

  • Non Farm Payroll bagus tapi dollar AS tidak menguat. Data-data ekonomi AS yang dirilis Jumat pekan lalu cukup bagus tapi tidak mampu mengangkat nilai dollar AS. Data tenaga kerja Non Farm Payrolls sesuai perkiraan berada di atas angka 200 ribu untuk bulan November, dan tingkat pengangguran juga sudah mencapai angka 7%. Namun hal ini tidak serta merta membuat sentimen pasar berubah. Sentimen tapering di Desember tidak muncul di pasar. Pasar masih beranggapan tapering baru akan dilakukan tahun depan. Pasar kelihatannya masih menunggu sinyal yang lebih jelas dari bank sentral AS.
  • Euro Menyambangi Level Tertinggi 5-Pekan. Sempat tertekan oleh Dollar AS, Euro berbalik menguat hingga ke level tertinggi 5-pekan didorong oleh kenaikan suku bunga jangka pendek, sehari setelah ECB memupus spekulasi pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Ketua ECB Mario Draghi, dalam konferensi pers pasca rapat kebijakan pada hari Kamis, kembali menegaskan kesiapan bank sentral untuk meluncurkan kebijakan baru jika diperlukan, namun tidak memberi sinyal lebih lanjut tentang wacana suku bunga deposito negatif.
  • Laporan Halifax Menopang Sterling. Sterling terapresiasi versus dollar pasca sebuah laporan menunjukkan harga rumah di Inggris meningkat di atas perkiraan pada bulan lalu, yang memperkuat optimisme tentang pemulihan ekonomi dan spekulasi tentang pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat. Harga rumah di Inggris meningkat dengan laju terkuat dalam lebih dari 6-tahun pada bulan November meskipun pertumbuhan upah yang lemah masih menyisakan resiko perlambatan kembali, menurut laporan Halifax hari Jumat.
  • Tingkat Belanja Konsumen AS Naik Di Atas Proyeksi di Bulan Oktober. Tingkat belanja konsumen di AS naik lebih dari perkiraan di bulan Oktober, merupakan salah satu bagian sinyal terbesar dari momentum pemulihan ekonomi dari sisi tenaga kerja. Total belanja rumah tangga, yang menyumbang sekitar 70% untuk perekonomian, naik sebesar 0.3% setelah kenaikan 0.2% pada bulan sebelumnya, di tunjukan dalam laporan departemen perdagangan pada hari Jumat di Washington. Estimasi median ekonom dalam survey Bloomberg menyerukan kenaikan 0.2%.
  • Asia Waspada Nantikan Data Tenaga Kerja AS. Bursa saham Asia mixed seiring merebaknya kewaspadaan jelang publikasi data tenaga kerja AS yang dapat berikan petunjuk kapan Fed akan mulai kurangi stimulus. Nikkei menguat akibat pelemahan yen dan paket stimulus fiskal Jepang senilai $182 miliar. Kekhawatiran Fed akan segera mengurangi pemberian stimulus membayangi performa Kospi. Hang Seng naik seiring munculnya optimisme akan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Cina menjelang publikasi serangkaian data ekonomi Cina minggu depan.
  • Data Kerja Lambungkan Wall Street, Namun Turun Untuk Tingkat Mingguan. Wall Street melonjak pada hari Jumat, dengan indeks Dow dan S&P 500 akhiri pelemahan lima hari beruntun setelah data kerja yang kuat berikan para trader keyakinan bahwa pemulihan ekonomi telah dapatkan kekuatannya. Indeks S&P 500 catatkan hari terbaik dalam hampir sebulan, dengan semua dari 10 sektor di indeks S&P menguat tajam dalam reli. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 198.69 poin, atau 1.26%, untuk di tutup di 16,020.20. Indeks Standard & Poor 500 naik 20.06 poin, atau 0.73%, untuk berakhir di 1,805.09. Dan indeks Nasdaq Composite menguat 29.36 poin, atau 0.73%, menjadi 4,062.52.

 

Komoditas

  • Emas Anjlok Hampir 2% Untuk Tingkat Mingguan. Emas berjangka di tutup dengan pelemahan moderat pada hari Jumat, dengan total penurunan hampir 2% untuk pekan ini, seiring para trader bereaksi terhadap laporan kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan untuk bulan November. Laporan kerja yang hasilnya lampaui estimasi telah tingkatkan perkiraan bahwa Federal Reserve mungkin akan mempercepat pengurangan pembelian obligasi, dan itu telah berikan tekanan pada emas, meskipun harga emas berakhir sedikit lebih baik dari level terendah hari Jumat.
  • Minyak Bukukan Penguatan Mingguan Lebih Dari 5%. Minyak WTI berakhir dengan kenaikan persentase mingguan terbesar sejak bulan Juli pada hari Jumat di tengah harapan untuk kenaikan permintaan energi setelah data kerja yang kuat dari Amerika Serikat, negara konsumen minyak terbesar di dunia. Laporan kerja menambahkan penguatan laporan ekonomi pada pekan ini, termasuk kenaikan GDP yang di revisi untuk kuartal ketiga. Kuatnya pasar ekuitas juga angkat harga minyak. Minyak WTI awalnya turun pada laporan kerja, kemudian naik untuk berakhir 27 sen lebih tinggi di $97.65 per barel. Minyak berakhir dengan kenaikan 5.3% pada pekan ini, kenaikan persentase terbesar untuk pekan ini sejak 5 Juli.

 

Mata Uang

  • EUR/USD. Bias netral dalam jangka pendek seiring kami dapatkan potensi koreksi kompleks dengan di perkirakan kisaran perdagangan terlihat antara area 1.3580 – 1.3710, break konsisten ke atas area 1.3710 akan memicu tekanan bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 1.3835. Pada sisi bawah, hanya break ke bawah area 1.3580 akan merubah bias harian kembali menjadi bearish menguji ulang ke area kunci support di 1.3450.
  • GBP/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menuju setidaknya ke area 1.6440 sebelum menargetkan ke wilayah 1.6480. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 1.6300, break ke bawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji ulang ke area 1.6230 sebelum pulih ke atas.
  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 103.40 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju area 103.70 sebelum konsolidasi lebih tinggi lanjutan menuju target atas di 105.20. Support terdekat terlihat di kisaran area 101.90, break ke bawah area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek namun kita perlu break ke atas area 0.9025 untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 0.9075. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8890, break konsisten lainnya ke bawah area tersebut akan memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke area kunci support di 0.8800 sebelum pulih ke atas.
  • AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area resisten di 0.9100 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju wilayah 0.9170. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8965, break konsisten ke bawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji ulang ke area 0.8845 sebelum pulih ke atas.
  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek setelah harga di tutup di bawah indikator MA 50 dan 100 pada grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat di kisaran area 1218, break ke bawah dari area tersebut seharusnya memicu bearish lebih lanjut menguji ke wilayah 1210. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1237 sebelum menguji kembali lebih tinggi menuju area kunci resisten di 1250.

Fachmi Jaidi
Trader, Practitioners, Educator and Investment Advisor
@fachmijaidi
Monex TCT
The City Tower Building, 29th Floor
Jl. M.H. Thamrin No. 81

Untuk mencoba virtual account, login ke http://www.ngaturduit.com dan akses menu Investasi > FX & Commodity