Merencanakan Keuangan
Level 2 : Dana Darurat

wallet-1013789_1920

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang level pertama dari perencanaan keuangan. Secara singkat, level pertama ini adalah pemenuhan kebutuhan hidup yang penting dan bagaimana tips untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut tanpa keteteran. Lalu bagaimana dengan langkah selanjutnya?

Setelah kebutuhan hidup terpenuhi, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa kebutuhan hidup tersebut tetap bisa terpenuhi seandainya sesuatu yang buruk terjadi. Resiko ini bisa berupa PHK, atau tiba-tiba terjadi bencana, atau hal lain yang membutuhkan dana segar dengan cepat.

Bentuk dari dana darurat ini bisa bermacam-macam. Idealnya adalah sesuatu yang sifatnya likuid dan mudah diakses dengan cepat. Jadi fixed asset seperti tanah atau rumah tidak bisa dijadikan sarana dana darurat. Uang dalam bentuk tabungan atau emas bisa dijadikan pilihan.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan, dana darurat idealnya harus bisa memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti tempat tinggal, sekolah anak, makan keluarga, cicilan dan tagihan, sampai setidaknya 6 bulan Idealnya adalah 1 tahun.

Apa artinya?

Artinya adalah apabila misalnya kebutuhan hidup dasar Anda tiap bulannya adalah Rp 10 juta, maka Anda harus memiliki dana darurat paling tidak sejumlah Rp 60 juta untuk biaya hidup keluarga selama 6 bulan. Idealnya Anda bisa mengembangkan dana ini hingga Rp 120 juta atau sama dengan biaya hidup selama 1 tahun.

Dengan begitu, apabila ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, standar hidup Anda dan keluarga tidak akan terpengaruh. Dana ini juga memberikan waktu bagi rumah tangga untuk bisa bangkit dari kondisi yag terpuruk.

Anda bisa pelan-pelan mengumpulkan dana darurat ini dengan disiplin menyisihkan 10 persen dari penghasilan Anda untuk kemudian ditabung di bank atau dibelikan emas. Khusus untuk emas, jangan lupa mempertimbangkan untuk menyewa safety deposit box begitu sudah mencapai jumlah yang cukup banyak. Gunanya untuk mengamankan dana darurat Anda. Lagipula, tidak ada gunanya bukan jika dana dalam bentuk emas yang sudah Anda kumpulkan susah payah kemudian hilang dicuri orang atau terkena bencana?

Begitu sudah mencapai jumlah yang diinginkan, Anda bisa mengalokasikan dana yang biasanya disisihkan tersebut untuk keperluan perencanaan keuangan yang lain. Dan ingat, jangan gunakan dana tersebut kecuali untuk hal-hal yang benar-benar penting. Salam.