Mengenal Jenis-jenis KPR

KPR Pinjaman

Di artikel sebelumnya, terlihat bahwa KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) menjadi solusi dan pilihan mayoritas masyarakat Indonesia akibat terbatasnya biaya untuk membeli properti. Berdasarkan berbagai kriteria, KPR dipisahkan ke dalam beberapa kategori.

Dilihat dari jenis agunannya, KPR dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. KPR Pembelian. Merupakan kredit yang digunakan untuk melakukan pembelian rumah yang dibiayai oleh bank. Jaminan kredit ini adalah rumah yang dibeli itu sendiri. Surat kepemilikan sudah atas nama debitur namun dipegang kreditur (bank).
  2. KPR Multiguna / Refinancing. Merupakan kredit yang menjadikan rumah yang sudah dimiliki sebagai jaminan untuk meminjam sejumlah dana ke bank.

Berdasarkan persyaratan penerima pinjaman, KPR dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. KPR Bersubsidi. Merupakan KPR yang diberikan kepada masyarakat prasejahtra karena program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melalui bank yang bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Bunga kredit flat yang diberikan cukup rendah yaitu, 7,25% denga jangka waktu sampai 20 tahun. Per Maret 2015 pemerintah akan menurunkan dari bunga flat 7,25% menjadi 5% untuk semakin mempermudah masyarakat memiliki rumah. Yang bisa menikmati kredit ini adalah anggota masyarakat dengan gaji pokok maksimal 4 juta per bulan.
  2. KPR Non-Subsidi. Merupakan KPR yang diberikan kepada semua masyarakat yang memenuhi persyaratan dan ketentuan umum dari bank. Besaran bunga, jenis bunga dan jangka waktu pembayaran ditentukan oleh bank,sehingga antar bank akan berbeda-beda.

Berdasarkan jenis bank yang memberikan fasilitas KPR:

  1. Bank Konvensional. Pada bank konvensional, jenis bunga yang digunakan bervariasi; ada yang flat dan floating. Sistem perhitungan cicilan biasanya menggunakan anuitas dan efektif. Bunga anuitas dengan efektif sebenarnya sama saja nilainya, hanya saja untuk bunga efektif, nilai cicilan berkurang seiring dengan berkurangnya nilai hutang. Sedangkan anuitas sudah menyesuaikan perhitungan agar cicilan tiap bulannya sama.
  2. Bank Syariah. Pada bank syariah, sistem KPR yang digunakan berbasis syariah dan berdasarkan margin yang disepakati di awal berdasarkan akad Jual Beli (murabahah), KPR sewa ( ijarah), KPR Sewa Beli (Ijarah Muntahia Bittamlik-/ MBT) dan KPR Kepemilikan Bertahap (Musyarakah Mutanaqisah)

Pada artikel selanjutnya kami akan membahas lebih mendalam tentang KPR di Konvensional dan Bank Syariah.

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending