Mengatur Keuangan di Bulan Ramadhan

mengatur keuangan

Ketika bulan Ramadhan tiba, apa terlintas dipikiran kita? Jujur dan harus diakui, yang sering terlintas adalah tentang THR, mau kita apakan THR ini? Tapi pada artikel ini kita belum fokus ke THR. Kita akan lebih fokus ke keuangan kita yang sudah ada atau sudah biasa kita dapatkan, baik itu gaji atau pendapatan lainnya.

Seperti yang kita ketahui, pada saat memasuki bulan Ramadhan, sering terjadi kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Meskipun pihak pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meredam gejolak harga, tetap saja harga bahan meningkat, walau mungkin tidak juga dikatakan melonjak.

Jika, gaji yang biasa kita peroleh mungkin bisa membeli kebutuhan untuk sebulan, mungkin untuk bulan ini, hanya cukup untuk 2 minggu saja, Bagaimana cara kita menyiasatinya? Dan apa yang bisa kita lakukan? “Priority comes first”, begitu orang sering menyebutnya. Artinya, kita buat daftar skala prioritas untuk pengeluaran kita, yaitu :

Pertama, karena di awal kita sempat menyebut THR, maka kita perlu cari tahu kapan tepatnya THR akan cair. Biasanya pihak pemerintah sudah jauh-jauh hari mengingatkan perusahaan waktu untuk mencairkan dana THR. Dana ini bisa menjadi dana backup, untuk biaya kebutuhan kita.

Kedua, perlu sejak awal dibicarakan dengan keluarga, kapan tepatnya kita akan pulang mudik? Apakah, akan berbarengan dengan mereka yang mudik lainnya? Atau, apakah kita akan pulang sebelum atau sesudah yang lain mudik? Artinya ikut arus atau tidak? Karena, ini bisa mempengaruhi keuangan kita, karena biasanya semakin ikut arus, maka biaya-biaya perjalanan seperti tiket, biaya yang dikeluarkan dijalan akan otomatis ikut meningkat, bahkan bisa dikatakan melonjak dibanding tidak ikut arus.

Ketiga, setelah kita tentukan kapan waktu mudik, kita perlu juga memastikan berapa banyak orang yang ikut mudik bersama kita? Apakah yang ikut mudik adalah orang-orang yang kita tanggung semua biayanya dalam perjalanan? Atau, ada yang ikut menanggung sebagian biaya perjalanan kita?

Keempat, berapa lama waktu yang akan kita luangkan di kampung halaman kita? Jangan sampai, waktu yang kita habiskan di kampung, ternyata lebih lama dari waktu yang kita gunakan untuk menghabiskan dana kita, atau dengan kata lain, di kampung kita lebih cepat bokek padahal waktu untuk kembali masih lama.

Kelima, sesudah kita tentukan waktu THR, waktu mudik, jumlah partisipan mudik, dan waktu yang kita habiskan di kampung halaman, kita perlu juga menghitung berapa banyak dana yang mau kita habiskan untuk keponakan-keponakan, dana untuk oleh-oleh kerabat dan teman-teman kantor.

Kalau kita sudah menetapkan 5 prioritas di atas, maka kita bisa mulai membuat pos-pos pengeluaran dari pendapatan kita.

Gaji kita bisa dibagi setidaknya untuk 5 hal berikut:

  1. 50% untuk biaya hidup
  2. 20% untuk investasi
  3. 10% untuk lifestyle
  4. 10% untuk sumbangan
  5. 10% untuk biaya darurat

Dalam artikel ini, pos di atas hanya untuk gaji, sedangkan THR akan di bahas pada artikel berikut.

Demikian pengelolaan keuangan sepanjang Ramadhan. Di artikel berikut kita akan bahas pengelolaan THR, menciptakan pendapatan baru, dan pengelolaan dana setelah Ramadhan selesai.

Bagi mereka yang ingin sharing tentang pengelolaan keuangan, kami persilahkan…