Mengatur cash flow keuangan keluarga

 

Masalah keuangan hampir selalu dimiliki oleh semua orang, dan rasanya tidak pernah akan ada habisnya sepanjang hidup kita. Untuk mengurangi kesulitan dalam keuangan, maka mengelola keuangan dengan baik serta merencanakan kebutuhan keuangan kita di masa datang adalah jalan keluarnya. Sangat diperlukan komitmen yang tinggi dari diri kita sendiri, agar perencanaan keuangan kita bisa dijalankan.

 

Satu langkah awal yang harus kita lakukan adalah membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga kita, atau yang sering dikenal dengan mengelola cashflow. Apa saja yang perlu kita catat ?

 

1. Berapa penghasilan kita ?

Langkah pertama ini, adalah langkah yang paling mudah untuk dilakukan. Untuk banyak orang yang memiliki penghasilan tetap, maka kita tahu dengan pasti berapa penghasilan bulanan kita serta perkiraan penghasilan tahunan. Penghasilan tahunan umumnya terdiri dari THR dan bonus. Bagaimana kalau kita memiliki penghasilan lainnya ? masukkan dalam penghasilan lain-lain, baik dalam penghasilan bulanan maupun dalam penghasilan tahunan. Hasil dari pencatatan kali ini adalah, kita memiliki total penghasilan bulanan dan penghasilan tahunan.

Penghasilan Bulanan  
Gaji
Penghasilan dari Aset Aktif (sewa rumah dll)
Penghasilan Lainnya
TOTAL PENGHASILAN BULANAN  

 

Penghasilan Tahunan  
THR
Bonus
Penghasilan Lainnya
TOTAL PENGHASILAN TAHUNAN

 

2. Membuat rencana pengeluaran bulanan

Kemana saja penghasilan kita habis setiap bulannya ? buatlah pembagian alokasi dari pengeluaran kita selama ini. Untuk memudahkan kita melakukan analisanya, biasanya pengeluaran dibagi dalam beberapa kelompok sbb. :

Pengeluaran Bulanan
1. Tabungan / Investasi
2. Cicilan / Angsuran Hutang
3. Pengeluaran rutin keluarga
   – Asuransi
   – Rumah Tangga
   – Transportasi
   – Pengeluaran untuk Anak
   – Keluarga dan Sosial
   – Pekerja rumah
4. Pengeluaran Pribadi

 

3. Membuat rencana pengeluaran tahunan

Sesuai dengan namanya pengeluaran tahunan, maka dialokasikan untuk pembayaran yang hanya dilakukan setahun sekali. Membayar PBB, STNK, Qurban, pengeluaran hari raya adalah contoh dari pengeluaran tahunan. Diusahakan pengeluaran tahunan ini menggunakan penghasilan tahunan, agar cash flow bulanan kita tidak terganggu. Apabila ternyata pengeluaran tahunan lebih besar dari penghasilannya, kita perlu untuk menyisihkan sebagian dana dari penghasilan bulanan

Setelah membuat catatan cash flow diatas, maka hal-hal penting yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut :

  • Mengatur agar pengeluaran bulanan tidak melebihi penghasilan bulanan. Kalau lebih besar, maka kita perlu meneliti bagian mana dari pengeluaran kita yang terlalu besar dan perlu dikurangi.
  • Membuat komposisi pengeluaran yang baik, dengan mengalokasikan setidaknya 10% dari penghasilan bulanan kita untuk ditabung dan diinvestasikan, dan alokasi cicilan hutang maksimal 30%.

 

Bagaimana kalau komposisi pengeluaran kita ternyata tidak sesuai tabel diatas ? sebenarnya, setiap orang tentu memiliki komposisi yang berbeda. Sehingga kemungkinan untuk tidak sesuai itu sah saja. Akan tetapi satu hal penting yang wajib untuk dilakukan adalah komposisi tabungan minimal 10% dari penghasilan kita, dan tidak boleh memiliki cicilan hutang yang lebih besar dari 30%.

Ingin memiliki file pencatatan data keuangan yang tersusun rapi ? kirimkan email pada kami, maka akan kami berikan file pengaturan cash flow agar pencatatan data keuangan anda menjadi baik. Kirim ke tanya@tatadana.com

 

Tejasari CFP®
Tatadana Consulting
Grha Toedjoeh Empat Lt. 3
Jl. Wolter Monginsidi No. 15
Telp/Fax. (021) 7235949
Twitter: @tatadanaconsult
Email: tanya@tatadana.com