Mengapa Melakukan Hedging

Alokasi Aset

Pada artikel sebelumnya, kami menjelaskan definisi dan asal muasal istilah hedging atau lindung nilai, dengan bonus contoh. :)

Sekarang kami akan berbagi mengenai jenis-jenis hedging dan berbagai jenis risiko yang ingin dihindari dengan hedging.

Contoh tentang petani gandum di artikel terdahulu, yang merupakan contoh hedging paling klasik, lebih dikenal dengan istilah perdagangan sepasang. Disebut demikian karena terjadi kondisi dimana petani menggunakan pasangan sekuritas yang berkaitan, yaitu fisik gandum dengan kontrak gandum. Dengan semakin canggihnya investor, serta munculnya berbagai formula matematika untuk melakukan proyeksi (dikenal sebagai modelling), jenis-jenis hedging ikut berkembang. Yang tadinya hanya pasangan antara produk fisik dengan kontrak, kini telah dipecah-pecah menjadi bagian kecil. Contohnya, kini mata uang yang digunakan dalam kontrak, bunga dari kontrak juga bisa dijadikan hedging.

Berbagai hedging yang biasa digunakan dalam produk investasi antara lain:

  1. Kontrak Gulir Forward untuk mata uang (Forward Exchange Contract for currencies)
  2. Kontrak Future mata uang (Currency future contracts)
  3. Kegiatan Pasar Uang untuk mata uang (Money Market Operations for currencies)
  4. Kontrak Gulir Forward untuk Bunga (Forward Exchange Contract for interest)
  5. Kegiatan Pasar Uang untuk Bunga (Money Market Operations for interest)
  6. Kontrak Futures untuk Bunga (Future contracts for interest)
  7. Covered Calls pada ekuitas
  8. Short Straddle pada ekuitas atau indeks saham

!?#$%^&#$@?!? Pusing ya? Hedging tiba-tiba jadi susah? Tenang… Jenis hedging di atas memang sudah tingkat advanced dan biasanya terikat dengan instrumen keuangan tertentu. Dalam aktivitas berinvestasi, ada yang disebut sebagai Natural Hedge, yaitu investasi yang mengurangi risiko investasi yang tidak diinginkan dengan menyesuaikan arus kas (mis, pendapatan dan pengeluaran). Ini adalah hedging yang bisa kita praktekkan sehari-hari, baik dalam mengelola keuangan pribadi, menjalankan aktivitas investasi, atau bahkan menjalankan suatu usaha. Contohnya, eksportir harus menghadapi risiko perubahan nilai tukar dan jika tidak ada masalah fundamental, biasanya akan memilih untuk membangun fasilitas produksi di pasar tujuan ekspor agar bisa menyesuaikan antara pendapatan penjualan dengan struktur biaya.

Dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, kita biasa melakukan Natural Hedging untuk menghindari beberapa risiko berikut:

  1. Risiko komoditas, yaitu risiko yang muncul dari potensi perubahan harga barang.
  2. Risiko kredit, yaitu merupakan resiko kesulitan membayar hutang.
  3. Risiko mata uang, yaitu risiko akibat perubahan nilai tukar mata uang. Biasanya perlu melakukan hedging jika berencana untuk menyekolahkan anak ke luar negeri atau memiliki aset luar negeri.
  4. Risiko bunga. Terkait hutang, jika bunga meningkat maka nilai hutang meningkat.
  5. Risiko Ekuitas, yaitu risiko penurunan kekayaan akibat menurunnya nilai investasi di pasar modal

Itulah tadi beberapa jenis hedging, dan jenis resiko yang dapat dilakukan hedging (dilindung nilai). Konsepnya sebenarnya sederhana, namun dalam perkembangannya ternyata menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, sebagai investor, kita harus mengetahui resiko apa saja yang dihadapi dan hedging apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko.

User Rating: 3.7 (6 votes)
Sending