Mengapa Diversifikasi Investasi itu Penting?

diversifikasi - ngaturduit

Jika Anda memerhatikan, seorang pengusaha besar biasanya tidak hanya meng-handle satu jenis usaha. Dia mungkin memiliki sejumlah saham di perusahaan ternama, menjadi owner sebuah objek wisata, atau menguasai beberapa franchise rumah makan terkenal secara bersamaan.

Ya, dalam berinvestasi Anda perlu melakukan diversifikasi, yaitu menempatkan dana atau aset investasi ke dalam beberapa instrumen yang berbeda dengan mempertimbangkan potensi return, risiko, serta likuiditasnya.

Mengapa harus Melakukan Diversifikasi Investasi?

Thinking
Pada dasarnya tidak ada seorang pun yang ingin gagal dalam berinvestasi. Itu sebabnya untuk menghindari kerugian dalam jumlah yang besar dan mencari peluang keuntungan sebanyak-banyaknya, seorang pengusaha akan melakukan diversifikasi.

Dengan menempatkan sejumlah dana pada instrumen investasi yang berbeda, Anda bisa meminimalisasi kerugian dalam jumlah besar. Usaha ini menerapkan prinsip “don’t put your eggs in one basket”. Apabila rugi, tidak rugi total, masih ada jenis investasi lain yang masih berjalan.

Dengan melakukan diversifikasi, Anda bisa juga mengatur strategi pertumbuhan aset—baik real asset maupun paper asset—dan tidak sekadar berspekulasi.

Anda bisa membuat skenario jangka pendek seperti berinvestasi emas dan deposito, dan mengombinasikannya dengan investasi jangka panjang seperti properti atau tabungan pensiun.

Atau untuk Anda yang berjiwa risk taker, Anda juga bisa menanamkan modal pada beberapa jenis saham dengan tingkat risiko yang berbeda dan mengatur capital gain-nya untuk memperoleh peluang keuntungan yang lebih besar.

Jenis-Jenis Diversifikasi Investasi

investor
Untuk menyusun portofolio investasi, investor harus mengenal dirinya terlebih dahulu, apakah lebih menyukai sektor riil, atau lebih senang bermain di ranah finansial. Lebih suka bermain aman atau menyukai tantangan dan risiko.

Didasari atas bentuk pendapatannya, ada dua jenis investasi yang bisa dipilih oleh investor, yaitu

  1. Investasi pendapatan tetap, yaitu investasi yang keuntungannya diperoleh secara rutin atau berjangka, seperti misalnya deposito atau kos-kosan yang disewakan.
  2.  Investasi kenaikan modal, yaitu yang hasil penginvestasiannya memberikan kenaikan nilai modal secara signifikan, seperti misalnya properti, reksadana, saham atau obligasi.

Anda juga bisa mempertimbangkan instrumen investasi berdasarkan tingkat risikonya. Biasanya semakin kecil risiko, semakin kecil pula tingkat pertumbuhan investasinya. Seperti misalnya tabungan atau deposito.

Sebaliknya, investasi dengan likuiditas yang tinggi biasanya memiliki risiko yang lumayan. Beberapa investasi yang tergolong memiliki risiko sedang dengan nilai keuntungan yang lumayan adalah reksadana, Sukuk, atau ORI.

Sedangkan pilihan investasi dengan tingkat return dan likuiditas yang tinggi di antaranya adalah ivestasi saham, obligasi atau surat utang.

Selain berinvestasi di sektor-sektor keuangan, Anda juga bisa mengalokasikan dana Anda pada aset-aset non keuangan, seperti misalnya benda-benda koleksi, batu berharga, karya seni, hingga mainan-mainan tertentu seperti lego atau tokoh karakter.

Perlu diingat bahwa investasi pada benda-benda collectibles harus disertai dengan pengetahuan yang mendalam mengenai nilai subjektivitasnya, risiko, dan yang terpenting pasarnya.

Yang Harus Diperhatikan dalam Diversifikasi Investasi

perhatikan
Diversifikasi investasi memang memberikan rasa aman, karena dengan menempatkan aset tidak di dalam satu tempat, risiko yang mungkin diperoleh juga lebih kecil. Namun demikian, penempatan aset pada tempat-tempat yang berbeda harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya adalah:

  • Semakin banyak portofolio investasi yang dimiliki, Anda diharuskan memiliki fungsi kontrol yang lebih tinggi. Kesulitan pengawasan dan pengelolaan mungkin terjadi jika Anda memiliki terlalu banyak jenis investasi.
  • Anda kehilangan kesempatan memperoleh tingkat pertumbuhan investasi dalam jumlah besar karena sudah dipecah menjadi beberapa instrumen dengan nilai yang lebih kecil.
  • Biaya operasional yang ditanggung menjadi lebih banyak dan kerap muncul biaya tidak terduga akibat seringnya perubahan alokasi dana.

Demikian sedikit ulasan mengenai pengelolaan aset untuk mengantisipasi kerugian dan meningkatkan peluang keuntungan. Kira-kira, jenis diversifikasi investasi apa yang menarik minat Anda?