Mempersiapkan Kekayaan dan Kesejahteraan pada Generasi Muda

Halo!
Apakah Anda pernah berhenti sejenak dari kehidupan sehari-hari dan berpikir sebenarnya hal apakah yang dapat membuat generasi yang lebih muda dari kita, contohnya generasi anak-anak kita menjadi lebih baik dibandingkan generasi kita saat ini?

Terlepas sebuah generasi menjadi lebih baik dan lebih buruk, saya ingin memberikan sebuah pandangan tentang bagaimana mempersiapkan kekayaan dan kesejahteraan tidak dimulai dari anak-anak namun dimulai ketika Anda memiliki bayi yang baru dilahirkan di dunia. Boleh?
Banyak orang berpandangan kekayaan dan kesejahteraan hanya dengan mempersiapkan kebutuhan finansial. Finansial adalah suatu hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan bila Ryan belum melakukannya sedini mungkin akan sangat menyulitkan kita dikemudian hari.

Lalu hal apakah yang perlu kita siapkan bagi anak-anak serta bayi-bayi yang baru lahir agar mereka menjadi siap menjadi kaya dan sejahtera?

Banyak orang mengeluh bahwa mengapa kehidupannya susah dan juga tidak kunjung menjadi kaya serta merasa kekayaan justru menjauh dari dirinya. Ini adalah sebuah hal klasik. Kira-kira apa yah yang membuat hal ini terjadi? Ya salah satunya pendidikan mengenai kesejahteraan dan kekayaan yang salah semenjak bayi! Wow… koq bisa?
Beberapa tahun yang lalu saya juga cukup kaget dengan pendapat ini, dimana salah nya bukan semenjak dewasa namun semenjak bayi, bila semenjak bayi yang salah artinya siapa yang salah? A…..ha…….. yang salah adalah yang mengajarkan bayi tersebut. Kira-kira apa saja yang harus kita ajarkan kepada bayi dan anak-anak kita agar mereka lebih siap menjadi kaya dan sejahtera?

1. Kata-kata yang salah
Sering sekali kita mendengar kata-kata adalah doa. Meskipun kita tidak sedang berdoa namun kata-kata sebenarnya adalah doa. Bagaimana hal itu bisa terjadi. Saya sering sekali mendengar pembicaraan seseorang baik nenek, kakek, ayah, ibu, kakak, atau siapapun yang dekat dengan seorang bayi memberikan kta-kata yang salah. “Aduh kamu nakal banget deh”, “Aduh kamu Serakah banget deh”, “Eh bodoh ya kamu begini”, “Eh kamu koq jorok banget gitu jijik deh”. Semua kata-kata ini dikeluarkan kepada seorang bayi.

Bayi ketika dilahirkan di dunia bagaikan kertas putih. Sebuah kata-kata yang diulang-ulang dikatakan kepada bayi, akan masuk kedalam alam bawah sadar terlepas bayi tersebut mengerti ataupun tidak. Dan akan menjadi sebuah keyakinan bagi bayi tersebut dikemudian hari.

Apa hubungannya dengan hal ini? Saya akan tambahkan ada kata-kata yang lebih dahsyat lagi ketika seorang bayi atau anak memegang uang “Aduh uang itu kotor! Jangan dipegang”.

Anda perlu mengetahui bahwa dari usia 0-6 tahun adalah sebuah masa pada anak-anak yang disebut imprint dimana pikiran sadar anak-anak belum berkembang optimal, sehingga apapun yang ada disekitarnya akan menjadi kebenaran bagi apapun yang dia lihat, dengar, rasakan.

2. Otak tidak bisa membedakan benar dan salah
Semua kata-kata yang dimasukkan kedalam otak secara berkali-kali akan menjadi sebuah ‘peta’. Sialnya, otak tidak bisa membedakan yang benar dan salah. Apa pula ini maksudnya?

Saat ini saya minta Anda duduk santai lalu tolong Anda jangan pernah berpikir, jangan sekali-kali memikirkan, jangan pernah berharap boleh membayangkan tentang seekor ………………………..GAJAH! Ya jangan berpikir mengenai GAJAH! Gajah dengan belalai! Ya GAJAH yang itu jangan terpikir dan dibayangkan!

A……ha….. Anda membayangkan gajah, betul?
Otak sadar bisa kita kendalikan, namun otak bawah sadar kita bergerak liar tanpa peduli benar salah semua hal yang diulang-ulang pasti akan terpikirkan dan menjadi pemahaman. Ya seperti GAJAH tadi.

Sama seperti nakal, serakah, bodoh, jorok, malas dan apapun mantra yang kita gunakan. Akan menjadi keyakinan.

Bagaimana anak kita akan menjadi kaya bila kita telah mengajarkan kepada anak kita “Jangan pegang uang itu! Uang adalah kotor” Siapa didunia ini yang suka dengan hal yang kotor? Bila tidak bisa dekat dengan yang bagaimana kita menjadi kaya?

3. Kata-kata positif dapat dibuktikan kebaikannya secara ilmiah
Banyak orang-orang dengan kemampuan logika dan eksakta murni menganggap kata-kata positif tidak bisa dibuktikan kebenarannya terhadap keberhasilan suatu pendidikan.

Tapi sebuah penelitian mengungkapkan secara ilmiah bahwa kata-kata negatif seperti: jelek, bodoh, pelit, rakus, serakah, penipu dan apapun bahasa negative lainnya memiliki efek merusak. Peneliti tersebut adalah Dr Masaru Emoto dari Jepang.

Penelitian Dr Masaru Emoto adalah meneliti Kristal air yang diteliti melalui mikroskop yang tidak umum sehingga Ryan maupun saya tidak bisa melakukan ini sendiri.

Dr Masaru Emoto membuat 2 wadah diisi air lalu wadah pertama diberi tempelan kata-kata positif dan wadah lainnya diberikan kata-kata negative. Setelah di kristalkan dan dilihat melalui mikroskop rupanya Kristal air yang mula-mula sama berbeda hasilnya. Wadah dengan lable positif membentuk Kristal air yang cantik. Sedangkan wadah dengan lable kata-kata negative membentuk Kristal air yang rusak tidak beraturan.

Anda ingin mempraktekannya sendiri? Bisa loh, kita ambil nasi yang telah dimasak 1 hari lalu lalu dibuat dalam 2 wadah lalu lakukan hal serupa tulis kata positif dan tulis kata negative di 2 wadah tersebut, bantu dengan sumpah serapah setiap kali Anda melewati nasi di wadah negative dan bantu juga dengan kata-kata pujian ada wadah positif. Silahkan di lihat hasilnya beberapa hari kemudian. Ya, pada wadah positif membentuk ragi dan wangi. Dan yang diwadah negative membusuk dan berbau tidak sedap.

Untuk info, apakah Anda tau bahwa tubuh manusia terdiri dari 60% air? Ya tubuh manusia dewasa, tau berapa besar kadar air pada tubuh bayi dan anak-anak? Jawabannya adalah 75% lebih banyak dari orang dewasa. Bisa bayangkan bagaimana efek dari kata negative yang merusak Kristal dalam tubuh seorang anak efeknya lebih besar dari kata negative bagi orang dewasa? Kalau molekul nya rusak jangan kita berharap efeknya akan baik. Masuk akal?

Pada artikel ini saya ingin memberikan sebuah pesan singkat mengenai mempersiapkan kekayaan dan kesejahteraan bagi bayi dan anak-anak yang merupakan generasi baru penerus keturunan dan masa depan bangsa dan Negara Indonesia. Kata-kata yang salah akan membawa kita semua pada kehancuran. Ajarkanlah generasi muda kita dengan hal yang super mudah. Jangan gunakan kata-kata tersebut bangunlah sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ryan ingin anak ataupun adik menjadi lebih pintar dan kaya? Gunakanlah kosakata tersebut, Kaya, muda, terencana, pintar, cekatan, jujur, rajin dan apapun yang positif.

Demikian artikel ini saya buat, semoga bermanfaat dan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengajarkan dan memperkenalkan wawasan ini, pelatih sukses no 1 Indonesia.

Salam Investasi untuk Indonesia

Ryan Filbert Wijaya,S.Sn,ME.
Investment advisor, praktisi pasar modal, penulis buku “Investasi Saham ala Swing Trader Dunia” dan “Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana
www.RyanFilbert.com | Fb: Ryanfilbertdotcom | @RyanFilbert | Youtube : /ryanfilbert