Mempersiapkan Dana Pendidikan

Masa-masa menjelang tahun ajaran baru adalah masa-masa yang menegangkan untuk keluarga,  untuk yang baru masuk sekolah tegang menjadi double, lulus atau tidak dan selanjutnya masalah pembiayaan dan cukupkah uangnya.  Untuk itu perlu dipikirkan tentang persiapan dana pendidikan anak, sejak kapan sebaiknya hal ini dimulai, komponen apa saja yang menjadi dana pendidikan, juga berapa jumlah biaya serta persiapannya.

 

Umumnya, komponen biaya pendidikan terdiri dari:

  1. Uang pangkal. Dibayarkan hanya sekali saat anak masuk suatu tahapan pendidikan, misalnya TK, SD, SMP, SMA. Meski hanya dibayarkan satu kali, tapi dana yang dikeluarkan cukup besar. Bisa belasan sampai puluhan juta.
  2. Uang SPP . Dibayarkan rutin setiap bulan atau setiap semester selama anak bersekolah. Biaya yang dikeluarkan mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan.
  3. Biaya pendukung. Biaya sehari-hari untuk mendukung kegiatan sekolah anak, seperti membeli buku, seragam, termasuk uang saku. Besarnya anggaran berubah-ubah setiap bulannya, tergantung kebutuhan.
  4. Biaya ekstra kurikuler. Untuk membiayai aneka kegiatan anak di luar pendidikan formalnya. Misalnya, membayar kursus bahasa asing, menari, ikut karya wisata sekolah, dan lain-lain.

 

Salah satu yang penting untuk kita perhatikan adalah inflasi yang berlaku untuk dana pendidikan, jika untuk tujuan-tujuan umum kita bisa menggunakan tingkat inflasi umum yang besarannya sekitar 8% tahun 2013 kemarin, untuk tujuan pendidikan tingkat inflasi yang digunakan adalah inflasi khusus, besarannya juga bervariasi tergantung wilayah dan sekolahnya, rangenya mulai dari 10%-20% bahkan bisa lebih.

 

Mengingat tingginya biaya pendidikan dan tingkat kenaikannya yang cukup signifikan,  berikut beberapa tips dan langkah-langkah persiapan dana pendidikan:

 

1. Memilih sekolah yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan

Jika Anda menginginkan sekolah yang bagus dan mahal misalnya, berarti harus mengorbankan yang lain. Tetapi dilihat juga faktor-faktor lain seperti kemampuan pembiayaan orangtua dan anaknya , selain itu perlu juga dipertimbangkan masalah lokasi dan jarak dari rumah.

 

2. Menghitung kebutuhan dana, dan menentukan instrumennya.

Menghitung kebutuhan dana mulai dari kebutuhan dana playgroup, TK, hingga perguruan tinggi, semakin panjang waktu yang Anda miliki untuk mempersiapkan dana tersebut, jumlah besaran investasi Anda bisa semakin ringan.

 

Menentukan instrumen dalam arti apakah Anda memilih untuk menabung atau berinvestasi.  Pilihan ini selain menentukan produk, juga meliputi jangka waktu Anda berinvestasi, apakah mau dilakukan investasi bulanan, tahunan ataupun lumpsum. Lebih cepat atau sedini mungkin lebih baik. Dalam merencanakan investasi juga harus mempertimbangkan risk & return.  Semakin pendek jangka waktu pencapaiannya, maka produk yang dipilih harus menggunakan produk dengan risiko yang relatif rendah. Namun, jika waktu pemakaiannya relatif masih panjang, bisa digunakan produk dengan risiko yang lebih tinggi.

 

3. Proteksi dengan dana darurat dan asuransi jiwa.

Sebelum Anda berinvestasi, lengkapi diri Anda dan keluarga dengan dana darurat dan asuransi jiwa, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Anda tidak perlu sampai mencairkan investasi anda sebelum sampai tujuan, dan ada asuransi yang bisa mengcover jika sampai terjadi resiko. Live a beautiful life !

 

Liza Herlina (Associate Planner)
ZAP Finance
Gedung Menara Prima lantai 26D
Jl. Lingkar Mega Kuningan
Jakarta 12950
Telp. (021) 5794-8059
Fax. (021) 5794-8057
Twitter: @zapfinance
Email: info@zapfin.com

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi dengan mudah di http://www.ngaturduit.com