Mall Penuh dan Kondisi Ekonomi

???????????????????????????????

Bila kita jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan, apalagi di hari libur, dan ternyata tidak kosong alias penuh, terutama mall-mall yang menjual barang-barang impor. Apa artinya ini? Apakah ini berarti ekonomi kita masih berputar dengan baik? Atau, apakah ini mengartikan semakin banyak yang kurang perduli dengan kondisi ekonomi? Jawabannya hanya kita yang tahu.

Mungkin kita perlu jujur, jika ada sekarang mall yang sepenuhnya mengkhususkan diri menjual barang-barang lokal, apakah kita masih tertarik untuk datang dan berbelanja? Mengingat biasanya mall besar hanya menyediakan sejumlah space untuk barang-barang lokal bukan seluruh space dipenuhi oleh tenant yang jual barang lokal.

Kita bukan mau sok-sok an jadi pembela barang lokal dan membenci  barang impor. Karena kewajaran itu penting, artinya dengan lebih sering membeli barang lokal, kita setidaknya mengurangi beban pemerintah dan beban swasta dalam berhutang dalam bentuk dollar dan juga lebih mempercepat pergerakan ekonomi.

Dari sisi anggaran kita juga akan lebih ringan karena yang tadinya mungkin belanja barang impor terus-terusan, bisa kita alihkan ke yang lain, entah membeli barang lokal, atau mungkin untuk aktifitas lain kita yang bisa kita lakukan bersama pasangan, bersama keluarga, bersama anak-anak, atau bersama teman.

Agar anggaran pribadi kita tidak gendut, tidak kental arus kas nya, atau malah macet, memang bagus bagi kita untuk berbelanja. Tapi, guna mencegah agar jangan sampai pendarahan anggaran kita alias lebih besar pasak dari pada tiang, baik bagi kita untuk mencatat pengeluaran kita.

Apalagi sekarang hampir semua dari kita punya smartphone, jadi kita bisa catat apa saja yang kita keluarkan di mall ke dalam smartphone kita. Jangan lupa kumpulin struk-struk nya ya…, karena ini bisa jadi rekam jejak pengeluaran kita, bisa juga kita gunakan aplikasi di NgaturDuit.com.

Dengan banyaknya kartu kredit, debit, dan e-money, juga bisa mempermudah kita mengecek ke mana saja larinya dana kita. Tapi, tetap perlu diingat agar disiplin dalam menyimpan struk, disiplin bayar tagihan juga tidak kalah pentingnya kalau kita pakai kartu kredit, kalau pakai kart debit atau e-money terutama e-money, ada bagusnya juga jika kita punya beberapa, jadi  dana kita tidak berpusat di satu e-money.

Ada yang khusus buat parkir, buat makan, dll. Sedangkan belanja bisa dengan kartu debit atau kartu kredit, sehingga secara tidak langsung kita sudah buat pos-pos nya sendiri. Jadi kita tidak perlu isi terlalu banyak di tiap-tiap e-money kita.

Selain itu, saat ini sudah semakin banyak mall yang juga menyediakan Cash Deposit Machine (CDM). Maka, ini bisa kita manfaatkan dengan memasukkan kembali uang-uang tunai yang menjadi kelebihan berbelanja kita, jika menggunakan uang tunai. Hal ini agar kita tidak mudah tergiur untuk berbelanja terlalu banyak.

Misal, katakanlah, kita bawa 1juta, lalu setelah berbelanja seharian, masih tersisa 200ribu, maka adalah baik kalau kita masukan kembali yang 200ribu sisa tersebut dengan segera via CDM, sehingga kita memanfaatkan dana tersisa yang sudah tidak bisa lagi dimasukan lewat CDM, karena CDM umumnya hanya bisa menerima pecahan 50ribu dan 100ribu, sedikit yang bisa terima 20ribu.

Dengan begini, kita ke mall bukan hanya untuk berbelanja tapi sekaligus mengontrol kondisi keuangan kita.

Mall penuh bisa dikatakan bagus, bisa juga tidak. Tapi, bila kita ke mall, sampai harus berhutang, ini belum tentu bagus. Semua berpulang kepada kita. Jadi, sudah ke mall mana saja Anda hari ini???

Buat yang mau sharing pengalaman mengunjugi mall untuk hal yang benar-benar bermanfaat bukan sekadar berbelanja, silahkan share ke sini…

http://ngaturduit.com/