Konsep Duit Sesuai Umur Anak

Kebanyakan dari kita bisa jadi sungkan mengenalkan uang ke anak-anak. Alasannya beragam. Mulai dari karena persoalan tabu, khawatir anaknya jadi gemar minta dibelikan barang, boros, dan hal-hal negatif lainnya. Ada juga yang bingung bagaimana memperkenalkan konsep uang ke anak. Nah, apa saja yang harus kita perkenalkan perihal keuangan pada anak kita? Berikut daftarnya, yang kami bagi sesuai usia anak.

Usia 3-5 tahun
Pelajaran: Kita harus menunggu untuk membeli sesuatu yang kita inginkan

Menurut Beth Kobliner, penulis buku Get a Financial Life, ini adalah konsep yang sulit dipelajari oleh siapapun, dengan usia berapapun. Namun, kemampuan untuk bertahan dari sesuatu yang kita inginkan akan menandakan kesuksesan kita saat menjadi dewasa.

Itu sebabnya, pelajaran tentang keuangan inilah yang kali pertama bisa diajarkan ke anak kita. Bahwa untuk membeli sesuatu, anak harus menunggu dan menabung dulu. Berlatihlah tegas pada anak saat dia meminta sesuatu dan jangan pernah mengatakan alasan tidak membelikannya barang karena kita tidak punya uang. Kita bisa gunakan kata-kata seperti, “Kita ke sini tidak untuk membelikanmu sesuatu.”

Usia 6-10 Tahun
Pelajaran: Kita harus membuat pilihan untuk apa saja uang kita

Di umur ini, menurut Kobliner, kita harus menanamkan pemikiran pada anak kita bahwa uang itu terbatas. Itu sebabnya, kita harus memilih akan diapakan uang yang ada. Karena sekali digunakan dan habis, tak akan ada lagi uang yang tersisa.

Cara paling mudah mengajarkan prinsip ini ke anak usia 6-10 tahun adalah dengan memperkenalkannya pada konsep menabung dan membuat target finansial. Di samping itu, Anda jug abisa mulailah sering terlibat diskusi dengan anak soal pilihan-pilihannya mempergunakan uang. Misalnya, saat kita memberi uang pada anak, kita bisa tanyakan adakah barang yang sedang ia inginkan. Kalau ya, diskusikan dengannya, apakah sebaiknya uang ditabung  atau dihabiskan seluruhnya.

Usia 11-13 Tahun
Pelajaran: Makin awal kita menabung, makin banyak uang yang bisa kita hasilkan

Prinsip yang sering dikatakan oleh agen asuransi ini bisa lebih dini kita ajarkan ke anak kita. Setelah mereka mengerti soal menabung, tawarkan ke mereka tentang keseriusan menabung. Misalnya, menabung jangka panjang.

Beri mereka logika seperti ini: Kalau kamu mulai serius menabung di umur 14 tahun, dengan jumlah Rp 1.000.000 setahun, maka di usia kamu yang ke 30, kamu akan punya tabungan Rp 16.000.0000.

Usia 14-18 Tahun
Pelajaran: Investasi Non-Uang Tunai

Mulailah memperkenalkan bentuk lain dari uang tunai yang bisa kita investasikan. Anda bisa mulai dengan menjelaskan melalui pendidikan yang anak kita ambil.

Kita bisa mengatakan bahwa sebenarnya mengeluarkan uang untuk biaya sekolah sebenarnya sama dengan mendapatkan uang di masa mendatang. Karena, dengan mengeluarkan uang untuk bersekolah, kita bisa mendapatkan ilmu, skill, dan gelar untuk nantinya bisa kita gunakan mencari kerja yang pantas dengan gaji yang sepadan. Hal tersebut yang dinamakan investasi.

Kita juga bisa memperkenalkan cara memilih investasi yang baik melalui pilihan pendidikannya. Misalnya, dengan mengajarkannya untuk tidak melihat biaya pendidikan dari sekadar iuran tiap bulannya melainkan dari besaran biaya keseluruhan. Mulai dari fasilitas, biaya buku, hingga karya wisatanya.

Usia 18 tahun Ke atas
Pelajaran: Kita boleh menggunakan kartu kredit hanya jika kita punya simpanan uang untuk membayar tagihannya tiap bulan

Kita seringkali ringan tangan menggunakan kartu kredit. Itu sebabnya, sedari dini, sebaiknya diperkenalkan jenis kartu ini ke anak kita, serta cara bijak menggunakannya.

Satu hal yang mesti diingat, jangan melarang Anak untuk tidak menggunakan kartu kredit. Karena, melarang justru akan membuatnya penasaran dan menggunakannya tanpa sepengetahuan Anda. Selain itu, kartu kredit juga bisa sebenarnya bisa memberikannya “portofolio” penggunaan kartu kredit yang nantinya menguntungkan bagi anak kita untuk keperluan kemudahan cicilan rumah atau kendaraan, hingga mendapatkan pekerjaan.