Kinerja Ekonomi Indonesia Q1 2015

uang rupiah

Kuartal I telah dilewati. Hasilnya? Kinerja ekonomi Indonesia sedang tidak dalam kondisi yang baik. Mari kita sama-sama lihat apa penyebab ekonomi Indonesia kurang baik pada kuartal I ini dari dua sektor; pemerintah & swasta.

Sektor Pemerintah
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian,
Bobby Hamzar Rafinus, kuartal I-2015 cenderung tumbuh lebih rendah karena belanja pemerintah masih kecil.

Pernyataan ini juga senada dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang mengatakan, lesunya ekonomi karena belanja pemerintah yang belum terserap di Januari-Maret 2015.

Sementara itu perlambatan ekonomi juga dialami negara-negara yang menjadi mitra perdagangan Indonesia. Sehingga ini mempengaruhi permintaan ekspor barang dari dalam negeri. Padahal harga komoditas, yang merupakan produk ekspor unggulan Indonesia, masih rendah.

Rupanya pemerintah Indonesia juga terkena dampak dari menurunnya harga minyak dunia yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu. Pendapatan negara dari sektor migas berkurang drastis dan harus menerima kehilangan potensi penerimaan Rp 150 triliun.

Sektor Swasta
Bukan hanya sektor pemerintah yang buruk dalam kuartal I-2015, sektor swasta pun tidak lebih baik. Beberapa emiten yang telah merilis kinerjanya kebanyakan mencatatkan penurunan laba, bahkan tidak sedikit yang mencatatkan kerugian.

Ini menjadi sentimen negatif di pasar modal. Pasar modal kita (IHSG) menanggapi laporan-laporan tersebut dengan penurunan 10% dalam waktu satu minggu, dari 5450 ke 5015.

Kesimpulan
Selain belanja Negara yang baru efektif mulai bulan April, harga komoditas yang rendah dan penurunan permintaan luar negeri ikut berperan dalam melemahnya ekonomi Indonesia. Swasta pun tidak lebih baik dengan banyak yang mengalami penurunan laba atau bahkan kerugian.

Lantas bagaimana dengan kondisi ekonomi dunia? Kami akan analisa di artikel selanjutnya..

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending