Kesempatan Kedua

Apakah anda percaya dengan yang namanya kesempatan kedua? Percaya atau tidak, kita harus bersiap apabila sewaktu-waktu kita memperolehnya. Dan tahukah anda, bahwa kesempatan kedua juga berlaku di dunia perencanaan keuangan, terutama di usia pensiun ?

 

Usia pensiun yang berlaku di Indonesia saat ini, umumnya berada di usia 55 tahun. Mungkin ada juga yang di 58 tahun dan 60 tahun, tapi sepertinya tidak banyak. Berkaitan dengan masa pensiun di usia 58 atau 60 tahun, sempat terdengar selentingan wacana bahwa pegawai negeri sipil akan memperoleh perpanjangan masa kerjanya dari usia 55 ke salah satu dari dua usia pensiun tersebut. Dan yang namanya selentingan wacana, memang selalu ada dua kemungkinan, yaitu akan terjadi atau tidak sama sekali.

 

Tapi terlepas dari kepastian akan terjadinya salah satu dari dua kemungkinan tersebut, sebenarnya kita masih memiliki sisa usia produktif yang bisa kita manfaatkan sebagai kesempatan kedua, terutama bagi kita yang belum mempersiapkan dana pensiun secara maksimal. Sisa usia produktif ini terbukti dalam beberapa kasus, setidaknya di lingkungan pribadi saya. Beberapa anggota keluarga yang berada di atas angkatan saya telah memasuki masa pensiun, dan mereka tetap bekerja selayaknya pekerja normal yang lebih muda.

 

Ketika kita akan pensiun di usia 55 tahun, sebenarnya kita masih memiliki sisa energi yang masih bisa kita optimalkan. Ada yang menjadi konsultan, ada yang menjadi pegawai lepas, dan sebagainya. Yang jelas, dengan memanfaatkan sisa energi kita untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif akan membantu kita dalam meringankan kehidupan masa pensiun kita.

 

Dengan beraktivitas setelah masa pensiun, kita bisa meringankan biaya hidup selama kehidupan pensiun. Bandingkan berapa besar biaya hidup yang harus kita tanggung jika kita pensiun di usia 55 tahun dengan jika kita pensiun di usia 60 tahun atau 65 tahun? Setidaknya kita bisa sedikit menghemat 5-10 tahun dengan lebih produktif dan mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan dana pensiun yang lebih layak.

 

Terlepas dari kenyataan bahwa mayoritas dari kita pasti belum memiliki dana pensiun yang layak, strategi memperpanjang usia produktif ini bisa membantu. Toh, kita juga bisa melihat beberapa orang tua di generasi atas kita, masih memiliki fisik yang cukup bugar. Tentunya juga harus tetap mempertimbangkan beban pekerjaan sesuai dengan usianya.

 

Avian Dwiputra | @sayaAvi
COO & Senior Advisor Ardana Consulting

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com

Tags: