Kesalahan Dalam Transaksi Saham

Tidak ada yang salah dengan menekuni profesi sebagai trader saham. Bisa mendapatkan penghasilan dari aktivitas yang produktif tentu bagus. Namun ada beberapa hal yang dilakukan oleh beberapa orang, yang menurut kami salah, atau minimal berbahaya. Ingin tahu apa saja? Yuk simak di bawah:

Bertransaksi Saham dengan uang yang akan digunakan dalam waktu dekat.
Percaya atau tidak, saya bertemu dengan seseorang yang menggunakan 90% dari gaji untuk betransaksi saham. Saya terbengong-bengong dan memikirkan bagaiman kehidupan sehari-harinya. Dia masih bekerja artinya 10% yang masih dimiliki yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Yang 90% diputar terus ke trading saham, dia hidup dari keuntungan trading. Masalahnya adalah tidak ada jaminan bahwa posisi trading dia 100% selalu untung, sedangkan pencairan dana kan T+3.

Menaruh mayoritas aset di saham.
Ini beneran fakta, ada yang menaruh 80% dari total semua aset pribadi ke instrumen saham. Kalau saat membutuhkan uang dan harga sahamnya sedang turun, gimana nasibnya ya? Tidak punya dana darurat yang cukup.

Tidak melakukan diversifikasi.
Dalam berinvestasi dan trading, jangan terlalu “mencintai” suatu saham tertentu. Jika memang setelah direview dan tidak ada pertumbuhan dari saham perusahaan yang dimiliki, mungkin sudah saatnya kita pertimbangkan untuk dijual. Semua kembali ke keputusan masing-masing atas dasar analisa bukan emosi atau berita yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya (rumor).

Mari coba kita sadari dan memperbaikinya.

User Rating: 5.0 (1 votes)
Sending