Kerja atau Usaha?

Young mother working from home

Buat mereka yang baru lulus sekolah, kuliah, atau mungkin sedang mencari-cari pekerjaan kedua, ketiga, dst. Pertanyaan di atas selalu bikin jadi dilema. Tapi, asal tahu saja, pertanyaan itu bukan dilema sebagian kecil orang tapi dilema banyak orang. Terutama, saat ini persaingan masuk kerja semakin ketat, begitupula dengan persaingan dalam dunia usaha juga semakin ketat. Lalu apa yang bisa Anda lakukan?

Melalui artikel ini mari Anda periksa keuntungan masing-masing bidang, sambil Anda periksa kondisi Anda sekarang.

Kelebihan bekerja
Ada beberapa yang dapat jadi kelebihan bekerja. Pertama, dengan kerja, keuangan bulanan Anda lebih terjamin, karena sesulit-sulitnya perusahaan, biasanya mereka akan rutin bayar gaji, kecuali kalau perusahaannya tiba-tiba pailit atau bangkrut. Jika tidak, maka gaji pasti akan keluar.

Kedua, bila Anda bekerja, setidaknya ada fasilitas dari kantor. Seminim-minimnya, Anda dapat BPJS ketenagakerjaan buat tabungan Anda dan kesehatan, karena sekarang tiap perusahaan diharuskan pemerintah untuk memfasilitasi karyawan dengan BPJS. Untuk, perusahaan yang lumayan bonafit, ada bonus tahunan diluar THR, ada beberapa perusahaan yang memberikan mobil dinas, jalan-jalan kantor, dll.

Lalu kekurangan bekerja, waktu Anda terikat oleh jam kantor, dapat uang hanya akhir bulan, juga tidak bisa bebas bepergian buat yang staf kantor, lain kalau Anda sales atau marketing, itupun tidak bisa sembarangan pergi tanpa keterangan yang jelas.

Kelebihan usaha
Sekarang Anda lihat beberapa kelebihan usaha.

Pertama, penghasilan, waktu, dan fasilitas-fasilitas semua Anda yang atur. Untuk usaha ritel atau dagang, Anda bisa dapat uang hari ini, jadi lebih mudah untuk Anda kelola (itupun dengan syarat kalau Anda pintar kelolanya ya…)

Kedua, karena lebih fleksibel segala sesuatunya, maka, lebih mudah bagi Anda untuk buat keputusan yang bersifat mendadak, lebih rileks hingga taraf tertentu, karena Anda bisa atur kapan kerja kapan jalan-jalan.

Ini semua bukan berarti tidak ada hambatan atau kekurangan. Pertama, karena penghasilan Anda Anda yang tentukan, sering kali Anda jadi terlena  dengan uang ditangan, sehingga lebih mudah habis, alias lebih mudah miskin lebih mudah juga kayanya. Kedua, karena waktu lebih fleksibel, Anda harus lebih disiplin dari pada seorang karyawan, karena kalau karyawan ada atasan atau bagian HRD yang akan tegur Anda kalau Anda tidak disiplin, sedangkan kalau usaha atau dagang, karena tidak ada yang tegur selain klien Anda kalau Anda telat kirim barang atau telat bayar, maka biasanya Anda akan lebih mudah terlena untuk bersantai-santai, sehingga keabisan waktu.

Bagaimana kalau dua-duanya?
Lalu bagaimana kalau Anda lakukan dua-duanya? Bagus, tidak ada salahnya. Tapi, coba pikir ini, apakah kantor tidak komplain kalau Anda keseringan urus usaha daripada tugas kantor? Kalaupun usaha nya Anda lakukan di jam luar kantor, apakah itu tidak mengurangi jam istirahat Anda, sehingga mengurangi kinerja Anda di kantor?

Pikirkan juga dengan pengelolaan keuangan Anda, apakah keuangan Anda tidak akan jadi tambah terbebani dengan adanya usaha?

Maka, apapun keputusan Anda, bekerja dulu atau usaha dulu, kedua-duanya butuh perencanaan, dua-duanya bisa saling melengkapi sekaligus bisa saling mengganggu.

Oleh karena itu, sebelum Anda mulai, ada baiknya Anda duduk dulu, buat anggarannya dulu, lihat waktu Anda, lihat keuangan Anda. Seperti kalau mau bangun rumah, Anda perlu buat perencanaan, jangan sudah setengah jadi ternyata uangnya habis, bukannya bisa ditinggalin, malah jadi bahan tertawaan.

Buat mereka yang bekerja dan berusaha, silahkan share pengalamannya ke sini…

Tags:,