Benarkah Kenaikan IHSG Akibat Jokowi-Effect?

Pada 10 Juli 2014, pelaku pasar modal dalam negeri sedang bergembira. IHSG meningkat dengan dahsyat sebesar +1.46%, bahkan di puncaknya sempat +2.8%. Apakah ini yang dinamakan Jokowi-Effect? Walau secara pribadi saya menemukan beberapa hal yang menimbulkan keraguan, sebagai investor, tentu saya juga menikmati kenaikan tersebut. Tapi kepada siapa kah saya harus berterima kasih atas kenaikan IHSG? Jokowi-Effect kah? Atau Timses Jokowi?

 

Berikut merupakan beberapa hal yang menimbulkan keraguan saya:

  1. Preframing bahwa investor asing pro Jokowi. Oke, secara fakta mungkin memang benar demikian. Namun selama masa kampanye hal tersebut diulang-ulang, bahkan diberi istilah “Jokowi-Effect” sehingga rakyat, termasuk investor lokal ritel, mempercayainya. Bagi yang sering ikut seminar motivasi, dalam dunia public speaking hal ini dinamakan “Preframe”.
  2. Dana asing masuk = IHSG naik. Dana asing keluar, maka IHSG turun (note: saya gunakan kata Dana, bukan Investor). Tidak dipungkiri bahwa dana asing masih memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar modal. Namun beberapa kali saya perhatikan selama bulan Juni yang terjadi malah sebaliknya. Jika IHSG turun, dana asing net buy. Jika IHSG naik, dana asing net sell. Saat itu saya sempat heran. Lalu kemudian terpikir… Mungkinkah saat itu sedang terjadi pemindahan dana dari broker lokal ke broker asing? Dalam ilmu BANDARMOLOGI, merupakan hal yang biasa bagi bandar untuk menggerakkan sahamnya menggunakan beberapa broker. Oya, bagi yang kurang familiar dengan pasar modal, transaksi asing didefinisikan sebagai transaksi yang dilakukan melalui broker asing. Nah sebenarnya di jaman modern ini, siapa saja bisa buka account sekuritas di broker mana saja.
  3. Tebakan akurat? Pada acara pasca pilpres di salah satu stasiun tv, 9 Juli lalu, ada timses Jokowi yang menyatakan (I am paraphrasing), “dunia internasional melihat pemilu sukses, damai, dan dengan kemenangan Jokowi, pasti besok IHSG naik 100 poin dan USD turun ke 10,600. Saya orang ekonomi soalnya.” Saya penasaran dan kemudian mengganti saluran ke stasiun TV berita asing dan membaca media asing online. Bagi saya, media asing terkesan sangat berhati-hati dalam menyatakan kemenangan Jokowi. Eh ternyata bapak tadi hebat sekali karena benar esoknya IHSG naik mencapai +145 poin (akhirnya tutup +73 poin) dan USD ditutup dengan posisi 10,550.
  4. Perfect timing. Setelah IHSG bergerak sideways selama hampir 2 bulan, pada H-2 IHSG melonjak +1.7% dan +0.72% pada H-1. Tentu kali ini dalam posisi Asing net buy, seolah-olah menunjukkan bahwa Asing yakin bahwa Jokowi akan memenangkan pilpres. Kemudian H+1 total transaksi bursa mencapai 9T dan Asing net buy sebesar 5T, seolah-olah asing mengkonfirmasi bahwa Jokowi adalah pemenangnya, seperti pernyataan timses di poin ke-3.

Apakah pemikiran saya terlalu kreatif dan secara mengada-ada mencoba “to connect the dots”? Bisa jadi. Namun jika benar, saya salut kepada timses Jokowi yang dengan rapi merencanakan skenario tersebut sejak jauh hari. Kalau saya pribadi sih ingin mengucapkan terima kasih kepada timses Jokowi atas hadiah profit sahamnya :D

Ngabuburit Banner resized 800

Apakah Anda ingin buka bersama NgaturDuit sambil bicara santai tentang efek hasil pilpres terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia? Klik gambar di atas untuk informasi lebih lanjut. Tempat SANGAT TERBATAS!

 

Disclaimer: 

Penulis tidak memiliki kepentingan apalagi berafiliasi dengan salah satu calon presiden.