Kehidupan Pensiun

Kita bekerja selama puluhan tahun dengan salah satu tujuannya yaitu untuk menikmati kehidupan pensiun yang layak. Kita bekerja keras kurang lebih 30 tahun, untuk kita petik hasilnya pada saat kita tua nanti. Bahkan, sebagian dari kita mungkin bekerja dalam periode yang lebih lama lagi. Kita semua melakukannya demi satu tujuan yang sama, menjalani kehidupan masa tua yang menenangkan dan menyenangkan. Lalu, akan seperti apakah kenyataan hidup masa pensiun kita jika dibandingkan dengan apa yang ada di bayangan kita saat ini?

 

Bagi sebagian dari kita, masa pensiun adalah masa yang tepat untuk mulai beristirahat. Meluangkan banyak waktu dengan keluarga. Bermain-main dengan cucu dari anak-anak kita. Semua ini menjadi sebuah bayangan ideal, jauh dari kondisi stres yang selama ini kita alami saat bekerja. Namun, apakah benar kita bisa menjalaninya sedemikian rupa? Jika ternyata keuangan kita tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masa pensiun kita, apakah kita benar-benar bisa terbebas dari stres?

 

Di dalam benak saya pribadi, dan mungkin beberapa dari anda, gambaran mengenai masa pensiun adalah ketika kita dan pasangan dapat berlibur sesuka hati, kemanapun kita ingin. Bertualang ke seluruh pelosok Indonesia, berkelana ke negeri asing yang belum pernah dikunjungi, atau bahkan mengelilingi dunia dan singgah di setiap benua yang ada. Seringkali kita menunda untuk mengambil liburan karena berpikir, lebih baik nanti saja pada saat pensiun, saat waktu tersedia banyak. Namun, apakah benar kita bisa menjalaninya sedemikian rupa? Jika ternyata keuangan kita tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masa pensiun kita, apakah kita benar-benar bisa bebas jalan-jalan bertualang?

 

Jika beberapa bayangan sebelumnya terasa terlalu muluk, ada juga sebagian dari kita yang berharap sederhana saja, yaitu mempertahankan gaya hidup yang sama seperti sebelum memasuki masa pensiun. Rumah sederhana dengan taman yang indah, yang kita beli dengan hasil jerih payah sendiri, tentu tidak mudah bagi kita untuk melepasnya begitu saja, walaupun kini terasa terlalu besar karena tinggal kita dan pasangan yang hidup di dalamnya. Tetap tidak sebanding dengan kenangan yang ada. Kita pasti ingin tetap mempertahankannya sebagai tempat berkumpul seluruh keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Kita sebisa mungkin mengacuhkan saran untuk menjualnya dan pindah ke tempat yang lebih sederhana, dan menggunakan sisa dananya untuk masa pensiun kita. Namun, apakah benar kita bisa menjalaninya sedemikian rupa? Jika ternyata keuangan kita tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masa pensiun kita, apakah kita benar-benar bisa mempertahankan gaya hidup yang sama?

 

Avian Dwiputra | @sayaAvi
COO & Senior Advisor Ardana Consulting

 

Lakukan manajemen keuangan dan investasi anda dengan mudah di http://www.ngaturduit.com